Kanker kolorektal merupakan kanker yang paling sering terjadi dan menempati urutan kedua kematian penyebab didunia. Salah satu faktor prognosis pada kanker kolorektal adalah stadium T yang ditandai dengan kedalaman invasi kanker tersebut. Semakin dalam invasi maka semakin jelek prognosisnya. Pemeriksaan beberapa proteoin dapat dilakukan untuk menilai kedalaman invasi, salah satunya dengan pemeriksaan EMMPRIN dan β-Catenin. Ekspresi EMMPRIN dapat meningkatkan pertumbuhan kanker dengan melibatkan proses apoptosis dan proliferasi. Ekspresi EMMPRIN akan menyebabkan hilangnya polaritas pada sel tumor sehingga rentan terhadap apoptosis dan mendegradasi β-Catenin. Ekspresi β-Cateninberkaitan dengan invasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan dan korelasi ekspresi EMMPRIN dan β-Catenin dengan berbagai stadium T pada kanker kolorektal. Penelitian ini merupakan Studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 47 sediaan blok paraffin dari jaringan operasi kolon dengan diagnosis Adenicarcinoma, NOS di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Dr. Soetomo periode Januari 2018 hingga Desember 2022. Stadium T dibagi menjadi T1, T2, T3, dan T4 sesuai klasifikasi TNM karsinoma kolorektal berdasarkan WHO (World Health Organization) / AJCC (American Joint Committee on Cancer).
Penilaian ekspresi EMMPRIN dan β-Catenin di evaluasi dengan pemeriksaan imunohistokimia. Penilaian ekspresi dilakukan pada proporsi dan intensitas di sitoplasma dan inti sel menggunakan sistem skoring histochemical score (H-score). Sistem skor-H dihitung berdasarkan proporsi dan intensitas sel yang terwarnai (Skor-H = (% sel yang terwarnai lemah × 1) + (% sel yang terwarnai sedang × 2) + (% sel yang terwarnai kuat × 3)). Hasil skor-H diklasifikasikan menjadi empat tingkat sebagai berikut: (1) 0: negatif (0-50); (2) 1: lemah (51-100) (3) 2: sedang (101- 200); (4) 3: kuat (201- 300). Analisis statistik dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis dan uji Spearman untuk menganalisis perbedaan ekspresi dan korelasi, secara berurutan.
Sebagian besar sampel pada penelitian ini berjenis kelamin perempuan. Usia rata-rata pasien adalah 53,8 tahun, dengan usia termuda 25 tahun dan tertua 75 tahun. Hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya peningkatan lemak visceral dan intak makanan yang dapat meningkatkan faktor resiko karsinoma kolorektal. Sebagian besar sampel berada pada stadium T3 (51,06%), diikuti oleh stadium T2 (13,65%) kemudian T4 dan T1.
Ekspresi EMMPRIN pada stadium T1 didapatkan ekspresi positif sedang (100%), pada stadium T2 didapatkan paling banyak dengan ekspresi positif sedang sebanyak 7 (53,85%) di ikuti ekspresi kuat sebanyak 3 (23,07%). Kelompok stadium T3 memiliki frekuensi tertinggi (58,33%) pada ekspresi positif sedang, diikuti oleh ekspresi positif kuat dan lemah, masing-masing pada 9 (37,50%) dan 1 (4,16%), sedangkan ekspresi EMMPRIN pada stadium T4 tertinggi pada ekspresi positif sedang sebanyak 5 (55,56%). Uji korelasi ekspresi β-Catenin menunjukkan hasil signifikan pada berbagai stadium T (p=0,020). Korelasi positif lemah yang signifikan didapatkan antara ekspresi EMMPRIN dengan β-Catenin dengan berbagai stadium T karsinoma kolorektal (p=0,029).
Studi ini menunjukkan tidak ada korelasi EMMPRIN dengan berbagai stadium T karsinoma kolorektal. Hal ini dapat disebabkan oleh peran dari Tumor Macrophage Associated. korelasi yang sangat signifikan antara ekspresi β-Catenin dengan berbagai stadium T karsinoma kolorektal. Hal ini mendukung teori bahwa β-Catenin berhubungan dengan perkembangan tumor, kemampuan invasi sel tumor, metastasis dan prognosis buruk. β-Catenin lewat jalur WnT akan mengaktifkan epithelial-mesenchymal transision (EMT) sehingga akan meningkatkan kemampuan proliferasi,invasi dan migrasi sel tumor. Korelasi positif signifikan antara EMMPRIN dan β-Catenin dapat menyebabkan meningkatkan proliferasi, migrasi, dan diferensiasi yang berkaitan dengan aktivasi jalur pensinyalan Wnt/β catenin. Ekspresi berlebihan EMMPRIN menyebabkan hilangnya polaritas sel tumor yang berinteraksi dengan protein yang berfungsi sebagai apoptosis, sehingga menghambat kompleks protein yang terbentuk dengan E cadherin. Penghambatan kompleks ini memecah E cadherin dan β catenin pada membran sel, mengaktifkan jalur β catenin dan meningkatkan kadar β catenin dalam nukleus sel tumor. Kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya EMMPRIN dan β catenin dapat merangsang sel tumor untuk melakukan invasi lebih dalam pada karsinoma kolorektal.
Penulis: Rista Widhi Nugrahani, Alphania Rahniayu*, Gondo Mastutik





