Universitas Airlangga Official Website

Pengaruh chronic unpredictable mild stress (CUMS) dalam memengaruhi jumlah oosit matangpada hewan coba

Ilustrasi oosit kambing. (Sumber: Research Gate)

Latar Belakang: Chronic unpredictable mild stress (CUMS) yang diberikan dalam jangka waktu lama, dapat memicu stres oksidatif. Stres oksidatif mengganggu fungsi seluler normal, yang menyebabkan berkurangnya kelangsungan hidup folikel antral melalui peningkatan glukokortikoid. Berdasarkan permasalahan diatas Alifia Candra Puriastuti dibawah bimbingan Prof. Dr. Margarita M. Maramis, dr.,Sp.KJ., Dr. Jimmy Yanuar, dr., Sp.OG dan Dr. Reny I’tishom, M.Si melakukan penelitian tentang Pengaruh chronic unpredictable mild stress (CUMS) dalam memengaruhi jumlah oosit matang hewan coba tikus.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh stres terhadap regulasi hormon glukokortikoid dan dampaknya terhadap folikel antral yang terganggu. Secara khusus, penelitian ini berfokus pada jumlah folikel antral menggunakan model CUMS pada tikus betina.

Prosedur penelitian ini yaitu : 16 tikus Wistar betina (5–6 bulan, 300–350 gr) dibagi menjadi 2 kelompok (n = 8/masing-masing), kontrol dan model CUMS. 24 jam setelah perlakuan terakhir, tikus dieutanasia, sampel darah diambil dari intrakardial untuk mengukur kadar kortikosteroid menggunakan metode enzyme-linked immunoassay (ELISA), preparat ovarium dibuat, dan kemudian dilakukan pengamatan sayatan histologis.

Hasil yang didapat dari penelitian ini setelah 22 hari perlakuan CUMS, terdapat perbedaan signifikan pada kadar kortikosteron (p = 0,03), tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan pada jumlah folikel antral antara kedua kelompok (p = 0,57). Namun, analisis histologis menunjukkan perbedaan yang substansial. Ovarium pada kelompok kontrol menunjukkan proporsi folikel antral sehat yang lebih tinggi.

Kesimpulan penelitian ini CUMS meningkatkan glukokortikoid, yang pada gilirannya menyebabkan penurunan jumlah folikel antral. Hal ini terjadi melalui 2 mekanisme yaitu supresi hormon pelepas gonadotropin dan efek langsung pada ovarium yang meningkatkan apoptosis sel granulosa dan atresia folikel, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan jumlah folikel antral.

Judul Artikel: How does chronic unpredictable mild stress affect the number of mature oocytes? An experimental study

Penulis: Alifia Candra Puriastuti, Margarita Maria Maramis, Jimmy Yanuar Annas, Reny I’tishom, Purwo Sri Rejeki, Sulistiawati Link Artikel: https://chooser.crossref.org/?doi=10.18502%2Fijrm.v23i4.18782