UNAIR NEWS – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kuliah tamu bertajuk Sovereign Accounting Practices melalui Zoom Meeting pada Selasa (9/9/2025). Acara ini menghadirkan Dr Marion Boisseau-Sierra, asisten profesor akuntansi dari University of Cambridge, sebagai pemateri yang memaparkan isu akuntansi pemerintahan di kancah internasional.
Sovereign Accounting
Pada kuliah tamu tersebut, Marion menyebutkan bahwa istilah sovereign accounting bukanlah istilah umum. Profesi yang lebih dikenal sebagai akuntansi publik tersebut adalah praktik akuntansi pemerintahan. Baik pemerintahan pusat maupun pemerintahan daerah.
“Sebenarnya menurut saya, istilah sovereign accounting lebih mewakili tupoksi kerjanya daripada akuntansi publik. Tugas mereka adalah menyusun dan mempelajari laporan keuangan negara lalu melaporkannya kepada IMF atau OECD. Tapi sampai saat ini saja hanya ada lima belas negara yang sudah melaporkan balance sheet mereka, sisanya tidak,” ujarnya.
Penyebaran Utang Negara
Selain menyinggung soal sovereign accounting, Marion juga memaparkan tentang debt dispersion, selaras denngan topik kuliah tamu. Debt dispersion adalah istilah yang menggambarkan fragmentasi kepemilikan utang negara di antara berbagai kreditor. Penyebarannya akan tinggi jika utang pemerintah tersebar ke banyak pemberi pinjaman.
“Aturan utang adalah salah satu faktor yang memengaruhi debt dispersion. Karena riset saya fokus pada Amerika Serikat dan Kanada, saya bisa mengatakan kalau kewajiban bersyarat sudah diterapkan dalam penilaian aturan utang oleh Canada Revenue Agency (CRA),” tambahnya.
Marion menekankan bahwa penyebaran utang dapat meningkatkan risiko ratings disagreement antarlembaga pemeringkat, probabilitas terjadinya penurunan atau kenaikan peringkat utang, serta pengaruh langsung terhadap tingkat yield obligasi negara. Kondisi ini menunjukkan peran sovereign accounting dalam tubuh pemerintahan negara sangat penting untuk menjaga kondisi fiskal.
“Sayangnya, masih sedikit penelitian dalam literatur yang membahas isu sovereign accounting. Karena itu, saya berharap lebih banyak akademisi terdorong dan tertarik pada topik ini. Supaya dapat terlaksana keseragaman standar akuntansi internasional untuk informasi keuangan fiskal,” tegasnya.
Penulis: Dinnaya Mahashofia
Editor: Yulia Rohmawati





