Kuliah Tamu Prodi MKSB Hadirkan Peneliti University of Hamburg, Soroti Transformasi Simbol Budaya

42 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Program Studi Magister Kajian Sastra dan Budaya (MKSB) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa MKSB sukses menggelar kuliah tamu bertajuk “Menilik Seni dari Dekat: Komunitas Komikus di Kepanjen” pada Selasa (13/10/2026). Acara yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB di Aula FIB (Ruang 3.2–3.4 Gedung Baru) ini menghadirkan peneliti dari University of Hamburg, Prof Jan van der Putten, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya yang berjudul “Kebudayaan Indonesia yang Mabok Kepayang dan Kearifan Lokal yang Sakit Gigi”, Prof Jan van der Putten mengajak para peserta menelusuri bagaimana simbol-simbol kebudayaan dan kearifan lokal berpindah medium. Dari ritual adat kuno hingga panel komik populer.

Kuliah tamu tersebut salah satunya menyoroti transformasi simbol budaya. Penelusuran perjalanan simbol hewan kerbau dan sapi, mulai dari tradisi pemotongan kerbau di Sihotang (Danau Toba) tahun 1939, mitologi Gilgamesh di Mesopotamia, hingga alegori sapi betina dalam teks keagamaan Al-Baqarah yang diinterpretasikan ulang dalam panel komik Indonesia.

Program Studi Magister Kajian Sastra dan Budaya (MKSB) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa MKSB sukses menggelar kuliah tamu bertajuk “Menilik Seni dari Dekat: Komunitas Komikus di Kepanjen” pada Selasa (13/10/2026) (Foto: Istimewa)

Komik sebagai arsip populer juga tak luput dari pembahasan. Karya komikus lokal seperti Teguh Santosa dan Ade Kamesywara dibahas sebagai bentuk polymedial hermeneutics. Komik tidak lagi dipandang sebagai produk “kelas dua”, melainkan arena kreatif dan arsip sejarah sosial populer yang merekam cara suatu zaman membayangkan dirinya sendiri.

Selain itu, sorotan terhadap kecenderungan memperlakukan kebudayaan sekadar sebagai barang peninggalan museum atau komoditas pariwisata yang kehilangan daya hidup dan relevansinya dalam merespons persoalan masyarakat sehari-hari.

Ketua Program Studi Magister Kajian Sastra dan Budaya FIB UNAIR, Prof Nur Wulan, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam membaca dinamika kebudayaan. Rangkaian acara yang diawali dengan lagu Indonesia Raya dan Hymne Airlangga serta sambutan pimpinan fakultas ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan penyerahan cenderamata. Melalui kuliah tamu ini, MKSB FIB UNAIR terus berkomitmen mendorong penafsiran kritis terhadap warisan budaya di tengah arus modernitas dan era digital.

Penulis: MKSB FIB UNAIR

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top