UNAIR NEWS – Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM FISIP Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan Bakti BCA UNAIR gelar seminar dan talkshow beasiswa Bakti BCA pada Jumat (12/9/2025). Bertempat di Auditorium Candradimuka, Kampus C UNAIR, acara bertajuk Kupas Tuntas Beasiswa Bakti BCA x Adkesma BEM FISIP: Beyond a Degree, Beyond Your Limits itu menghadirkan tiga narasumber yang merupakan awardee Beasiswa Bakti BCA.
Persiapan Seleksi dan Perjalanan Awal
Zahwa Sabiila Ilman, Brand Ambassador Beasiswa Bakti BCA UNAIR 2024, berbagi pengalamannya mempersiapkan seleksi administrasi hingga tes lanjutan. Menurutnya, alur seleksi cukup sederhana, hanya meliputi pengisian identitas, prestasi, serta pemberkasan standar seperti KHS dan sertifikat.
“Setelah administrasi, saya mengikuti psikotes, asesmen, dan wawancara pre-recorded. Pertanyaan yang muncul cukup menantang, bahkan di luar ekspektasi,” ungkap Zahwa. Ia menekankan bahwa beasiswa ini bukan hanya soal finansial, tetapi juga peluang pengembangan diri melalui workshop transformasional, Business Impact Plan (BIP), hingga national bootcamp.
Tips Menghadapi Seleksi dan BIP
Kanina Hitasukha, awardee 2024, membagikan tips menghadapi asesmen. “Kuncinya melatih penalaran, teliti membaca soal, dan menjawab sesuai kondisi sebenarnya. Jangan takut menjawab,” jelasnya.
Dalam BIP, Kanina bersama timnya berfokus pada UMKM Kampung Lontong Surabaya. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan ide bisnis. “Program tidak cukup berhenti pada ide fantastis. Harus realistis dengan kondisi lapangan dan bisa dilanjutkan oleh pemilik UMKM maupun masyarakat,” tuturnya.
Dinamika Community Engagement
Sementara itu, Reinhard Theodore Rudy, awardee 2025, menceritakan pengalaman mendampingi UMKM dalam program Community Engagement (CE). Ia mengakui banyak tantangan, mulai dari dinamika internal tim hingga respon warga binaan.
“Beberapa kali kami (tim Nakula) harus berdiskusi sampai larut malam agar program sesuai harapan warga. Tapi kepuasan terbesar muncul saat melihat UMKM dampingan benar-benar mengembangkan inovasi produk mereka,” jelasnya.
Reinhard menambahkan, program ini membuatnya lebih mengenal batas kemampuan diri dan menginternalisasi nilai Bakti BCA sebagai wujud kontribusi nyata bagi bangsa.
Pesan dan Harapan
Mereka mengatakan bahwa Beasiswa Bakti BCA bukan sekadar dukungan pendidikan, tetapi juga wadah untuk membentuk pola pikir, memperluas jejaring, dan meningkatkan kepedulian sosial. “Jangan takut mencoba, meski mungkin pernah gagal. Setiap usaha membuka peluang baru yang bisa jadi pintu keberhasilan,” pesan Kanina.
Melalui seminar ini, BEM FISIP UNAIR dan Bakti BCA berharap semakin banyak mahasiswa berani mendaftar, memanfaatkan kesempatan, serta mengasah diri untuk menjadi agen perubahan dengan dampak nyata bagi masyarakat.(*)
Penulis: Nafiesa Zahra
Editor: Khefti Al Mawalia





