UNAIR NEWS – Forum perwakilan Bidang Kemahasiswaan perguruan tinggi se-Jatim dengan bulat menerima laporan hasil pelaksanaan dan pertanggungjawaban Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jawa Timur dalam kegiatan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XV Tahun 2017 di Makassar, Sulsel, Oktober lalu.
Kesepakatan tersebut mengemuka secara musyawarah dalam pertemuan BAPOMI di Ruang Sidang Utama Universitas Airlangga, yang dipimpin Ketua Umum BAPOMI Jatim, Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM, di Ruang Sidang Utama Gedung Manajemen Universitas Airlangga, Senin (22/1/2018).
Prof. Djoko Santoso yang sehari-hari sebagai Wakil Rektor I UNAIR, juga menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kepercayaan dan keiklasan panitia yang terlibat dalam berjuang di POMNAS, sehingga tim BAPOMI Jatim tetap meraih ranking lima dalam POMNAS yang dilangsungkan di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 14-21 Oktober 2018 ini.
Seperti diketahui, dalam periode ini kepemimpinan BAPOMI Jatim dibawah kordinasi UNAIR. Dalam kepemimpinan ini Prof. Djoko Santoso ditunjuk sebagai Ketua Umum BAPOMI Jatim. Sedangkan Ketua Harian BAPOMI Jatim dipercayakan kepada Dr. M. Hadi Shubhan, SH., MH., CN., yang sehari-hari menjabat Direktur Kemahasiswaan UNAIR. Hadi Shubhan dalam pertemuan ini bertugas sebagai moderator.

Sekretaris BAPOMI Jatim Dr. Edy Mintarto, M.Kes., sebagai Komandan Kontingen POMNAS Jatim menambahkan, tetap berada pada posisi lima besar POMNAS ini merupakan perjuangan, kerja keras dan keiklasan semua pihak dalam situasi yang serba terbatas. Jatim finish di urutan ke-5 dibawah BAPOMI Jakarta, Jabar, tuan rumah Sulsel, dan Jateng.
Seperti diketahui, tim Jatim berada di ranking kelima dari 34 Tim BAPOMI Provinsi se-Indonesia yang mengikuti POMNAS XV di Makassar, Sulawesi Selatan. Dengan kekuatan atlet yang kurang maksimal, Jatim sanggup mengemas 12 medali emas, 26 medali perak, dan 28 medali perunggu. Jatim bersaing ketat dengan Jateng yang meraih 13 emas, 16 perak, dan 32 perunggu.
Karena keterbatasan itu pula, katanya, tim Jatim hampir dicoret dari kepesertaan POMNAS 2017. Mungkin panitia berpikir kalau tanpa Jatim maka POMNAS tidak ramai, sehingga diberi kelonggaran tambahan waktu hingga 24 jam, lalu kita sepakat bergotong-royong dan akhirnya bisa berangkat ke Makassar.
”Selaku komandan kontingen, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, terutama kepada pengurus dan 30 tim panitia yang sangat-sangat kontributif selama berlangsungnya POMNAS di makassar,” kata Edy, dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu dengan retorika khasnya yang bersemangat.
Kendatipun saat-saat menjelang berangkat mengalami kesulitan, kemudian setelah POMNAS dan meraih posisi bagus, akhirnya Pemrov Jawa Timur memberikan bantuan dana. Dalam kesepakatan pengurus dan panitia, dana tersebut akan dipergunakan untuk menambah uang saku pada atlet dan panitia POMNAS Jatim. (*)
Penulis : Bambang Bes





