Lestarikan Potensi Lokal dan Perkuat Pengelolaan Arsip, UNAIR-UiTM Malaysia Hadirkan Community Memory Hub

14 Views•5 minutes read

UNAIR NEWS – Opak ladu, kerajinan terompet dan bambu, aktivitas peternakan, serta sejarah desa menyimpan lebih dari sekadar cerita. Di balik semua itu, terdapat pengetahuan dan keterampilan masyarakat yang menjadi bagian penting dari identitas lokal. Untuk mencegah hilangnya seiring waktu, Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, membangun Community Memory Hub di Desa Sumberaji, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan.

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada 14–21 Oktober 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan literasi arsip serta mendokumentasikan dan mempromosikan potensi lokal desa dengan menggunakan sistem digital. Kegiatan ini adalah bagian dari skema Airlangga International Community Development (AICOM) 2026 yang dikelola oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR.

Kecamatan Sukodadi dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan juga berperan dalam pelaksanaannya. Partisipasi kedua instansi ini merupakan elemen krusial dalam menciptakan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kecamatan, dan lembaga kearsipan daerah guna mendukung pendokumentasian dan pelestarian pengetahuan lokal masyarakat.

Di Desa Sumberaji, kekayaan lokal tercermin dalam pembuatan opak ladu, kerajinan terompet dan bambu, aktivitas peternakan, kelompok tani, serta sejarah yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Akan tetapi, pengetahuan ini berisiko sulit diakses kembali jika hanya tersimpan dalam ingatan masyarakat atau dokumen yang belum terorganisir.

Dalam program ini, tim pengabdian mengumpulkan beragam konten lokal, termasuk sejarah desa, produk tradisional, aktivitas ekonomi, organisasi masyarakat, serta keterampilan warga. Masyarakat juga dibimbing untuk menyadari pentingnya pengelolaan arsip agar informasi yang ada dapat disimpan dan diakses dengan lebih teratur.

Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, membangun Community Memory Hub di Desa Sumberaji, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan (Foto: Istimewa)

Serangkaian aktivitas mencakup pembukaan program pengabdian masyarakat, pelatihan dalam pengelolaan arsip, pendampingan dalam pengelolaan konten lokal desa, peluncuran serta sosialisasi sistem Community Memory Hub, dan pendampingan dalam pengelolaan arsip digital.

Dalam rangkaian ini, partisipasi Kecamatan Sukodadi bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan memperkuat dukungan kelembagaan terhadap pengelolaan arsip serta pengenalan potensi desa. Kolaborasi ini krusial agar dokumentasi pengetahuan lokal tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga menjadi fokus dalam pengembangan dan pelestarian informasi di tingkat daerah.

Pengembangan Community Memory Hub merupakan salah satu cara untuk menggunakan teknologi digital dalam melestarikan pengetahuan lokal. Dengan sistem ini, diharapkan berbagai informasi tentang potensi dan identitas Desa Sumberaji dapat terdokumentasi dengan lebih terstruktur dan dikenal oleh masyarakat luas.

Program ini dirancang berkelanjutan agar Community Memory Hub dapat dimanfaatkan untuk mengelola arsip digital serta memperbarui informasi mengenai sejarah dan potensi Desa Sumberaji. Dengan demikian, arsip dan pengetahuan lokal dapat tersimpan secara sistematis, mudah ditelusuri, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, diadakan launching sistem Community Memory Hub dari Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. Dessy Harisanty, S.Sos., MA, yang juga merupakan Dosen Program Studi D4 Kearsipan dan Informasi Digital Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, kepada Kepala Desa Sumberaji, Bapak Suparno. Acara penyerahan ini menunjukkan dukungan terhadap penggunaan sistem digital untuk mendokumentasikan potensi, sejarah, dan pengetahuan lokal Desa Sumberaji. “Dengan adanya sistem ini, diharapkan informasi mengenai kekayaan desa dapat dikelola dengan lebih terstruktur, diperbarui secara berkelanjutan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Prof. Dessy.

Dalam acara pembukaan, Prof. Madya Ts. Dr. Asmadi Mohammed Ghazali, dosen kolaborator dari UiTM Malaysia, menyoroti betapa pentingnya mengeksplorasi dan memahami potensi yang ada di sebuah desa. Ia berpendapat bahwa kehebatan tidak selalu dinilai dari keindahan fisik, melainkan juga dari kekayaan pengetahuan dan potensi yang berkembang di masyarakat.

Pesan ini menekankan pentingnya menjaga keterampilan dalam pembuatan produk tradisional, pengalaman dalam bertani, serta cerita sejarah sebagai aset yang berharga. Selain Prof. Asmadi, kegiatan ini juga melibatkan Prof. Madya Ts. Dr. Abd Latif Abdul Rahman sebagai dosen kolaborator dari UiTM Malaysia.

Kerja sama antara Unair dan UiTM, yang didukung oleh partisipasi pemangku kepentingan daerah, menyoroti pentingnya kolaborasi antar lembaga untuk memperkuat literasi arsip dan menggunakan teknologi dalam melestarikan pengetahuan lokal. Perguruan tinggi berkontribusi dalam pengembangan program dan pendampingan, sedangkan partisipasi pemerintah daerah dan lembaga kearsipan menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan terhadap dokumentasi potensi masyarakat.

Pengembangan Community Memory Hub mengindikasikan bahwa digitalisasi tidak semata-mata terkait dengan penerapan teknologi, melainkan juga dapat berfungsi sebagai alat untuk melestarikan identitas dan pengetahuan komunitas. Dengan adanya dokumentasi yang terstruktur, kekayaan lokal dapat dimanfaatkan sebagai sumber untuk pembelajaran, pengenalan budaya, serta pengembangan potensi desa.

Dengan adanya kerjasama antara Unair, UiTM Malaysia, Kecamatan Sukodadi, dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, diharapkan pengembangan Community Memory Hub dapat memperkuat usaha pendokumentasian kekayaan Desa Sumberaji. Hal ini penting karena melestarikan warisan desa tidak hanya sekadar mengingat masa lalu, tetapi juga memastikan bahwa pengetahuan, keterampilan, dan cerita masyarakat dapat terus dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pengembangan Community Memory Hub di Desa Sumberaji turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui pendokumentasian pengetahuan, keterampilan, sejarah, dan identitas lokal secara digital, program ini menyediakan sumber pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekaligus diwariskan kepada generasi berikutnya. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya dan kekayaan lokal desa. Selain itu, kolaborasi antara UNAIR, UiTM Malaysia, Kecamatan Sukodadi, dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan mencerminkan pentingnya kemitraan lintas institusi dalam mendorong pelestarian pengetahuan dan pengembangan potensi masyarakat.

Penulis: Dessy Harisanty

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top