Suasana kegiatan pengabdian masyarakat FIB UNAIR bertajuk “Pelatihan Mendongeng bagi Ibu-Ibu sebagai Strategi Pencegahan Kecanduan Gadget pada Anak-Anak”berlangsung pada Minggu (25/10/2026) di Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, dengan melibatkan para ibu PKK sebagai peserta pelatihan

Lewat Pelatihan Mendongeng Ibu-Ibu PKK, FIB UNAIR Hidupkan Kembali Literasi Anak 

41 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar  kegiatan bertajuk “Pelatihan Mendongeng bagi Ibu-Ibu sebagai Strategi Pencegahan Kecanduan Gadget pada Anak-Anak”. Diprakarsai oleh tim pengabdian masyarakat FIB UNAIR, kegiatan tersebut hadir sebagai upaya menghidupkan kembali kebiasaan mendongeng dan sarana literasi. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (25/10/2026) di Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik dengan melibatkan para ibu sebagai peserta pelatihan mendongeng.

Tingginya intensitas penggunaan gadget dikhawatirkan dapat mengurangi interaksi langsung antara orang tua dan anak. Melalui pelatihan ini, kesadaran akan pentingnya peran mendongeng sebagai bagian dari aktivitas keseharian keluarga serta peran cerita sebagai media interaksi, pengenalan literasi, dan stimulasi imajinasi anak sejak dini menjadi hal krusial.

Ketua tim pelaksana, Dra Dwi Handayani MHum menyebut bahwa kegiatan mendongeng perlu kembali digalakkan di tengah perkembangan teknologi digital. Menurutnya, kebiasaan mendongeng yang dahulu kerap dilakukan oleh orang tua mulai berkurang seiring dengan meningkatnya penggunaan gadget pada anak-anak. “Kegiatan mendongeng ini sebagai salah satu bentuk literasi masyarakat yang perlu digalakkan kembali,” ungkapnya.

Tim memperkenalkan kembali aktivitas mendongeng sebagai kepada para ibu sebagai alternatif kegiatan bersama anak. Selain menghadirkan hiburan, dongeng turut bermanfaat untuk membangun komunikasi, memperkenalkan kosakata, serta menumbuhkan ketertarikan anak terhadap literasi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya interaksi yang lebih bermakna antara orang tua dan anak tanpa selalu bergantung pada perangkat digital.

Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar  kegiatan bertajuk “Pelatihan Mendongeng bagi Ibu-Ibu sebagai Strategi Pencegahan Kecanduan Gadget pada Anak-Anak” (Foto: Istimewa)

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan baik oleh Kepala Desa Cerme Lor dan Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya para ibu, dalam membangun kebiasaan literasi di lingkungan keluarga.

Ketua Tim dari PKK Desa Cerme Lor, Nur Farida, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut memberikan inspirasi bagi para ibu untuk kembali menerapkan kegiatan mendongeng bersama anak-anak di rumah.

“Setelah mengikuti kegiatan mendongeng ini, kami semua terinspirasi untuk mendongeng untuk anak-anak di rumah supaya tidak ketergantungan pada gadget, sekaligus menambah informasi dan memperkenalkan literasi kepada anak-anak untuk masa depannya,” tuturnya.

Penguatan literasi keluarga dapat dimulai melalui aktivitas sederhana yang melibatkan orang tua secara langsung. Mendongeng menjadi salah satu alternatif untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan emosional antara ibu dan anak.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat FIB UNAIR dengan ketua tim Dra Dwi Handayani MHum yang beranggotakan Bea Anggraini SS dan Eni Sugiarti SS MHum. Sementara pelaksanaan pelatihan ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan II FIB UNAIR, Dr Listiyono Santoso SS MHum. Selain itu, kegiatan tersebut juga menghadirkan Novita Rully Anggraeny SHum MPd sebagai narasumber yang merupakan alumni sekaligus pendongeng  untuk mendukung penyampaian materi dan praktik mendongeng kepada peserta. Pelaksanaan kegiatan ini turut dibantu oleh mahasiswa magister Ilmu Linguistik, yaitu Puput Dwi Setyo Rini dan mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Indonesia di antaranya Vera Audicha Putri, Talitha Nadya Yumna, dan Mohammad Adif Albarado.

Lewat gelaran ini, tim berharap praktik mendongeng dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga dan diperluas ke desa-desa lainnya, terutama dengan melibatkan para ibu usia produktif. Upaya tersebut harapannya mampu memperkuat peran keluarga dalam mendukung perkembangan anak sekaligus membangun kebiasaan literasi sejak usia dini.

Secara khusus, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan literasi anak dan peningkatan peran orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak.

Penulis: Puput Dwi Setyo Rini

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top