Universitas Airlangga Official Website

Likopen Berpotensi Mencegah Osteoporosis Pasca Menopause

Ilustrasi oleh Endocrinology Advisor

Osteoporosis adalah salah satu masalah kesehatan utama masalah di kalangan lansia. Osteoporosis adalah kondisi penurunan massa tulang dan perubahan tulang mikro yang membuat tulang menjadi rapuh dan lemah dan meningkatkan risiko faktor. Studi NHANES 2005-2006 menyatakan bahwa pada usia 50 tahun, 10% wanita dan 2% laki-laki berisiko terkena osteoporosis. Di Indonesia, pada tahun 2013, osteoporosis wanita pada tahun 2013 adalah 23% untuk usia 50-70 tahun dan 53% untuk mereka yang berusia di atas 70 tahun. Data ini menunjukkan bahwa wanita berusia 50 tahun empat kali lebih mungkin mengalami osteoporosis dan pada risiko patah tulang selama 5-10 tahun lebih awal dari laki-laki.

Faktor risiko osteoporosis yang tidak dapat terkontrol meliputi riwayat jatuh, usia tua, jenis kelamin, ras atau etnis, riwayat osteoporosis keluarga, dan menopause. Menopause adalah tanda permanen berhentinya menstruasi karena hilangnya aktivitas dan tanda terakhir folikel ovarium pada wanita reproduksi. Menopause biasanya terjadi pada pertengahan usia 40-an, ditandai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur yang disebut dengan transisi menopause atau perimenopause. Masa transisi ini dimulai dengan perubahan hormonal karena penurunan jumlah folikel ovarium. Pada periode ini insensitivitas hipotalamus-hipofisis menurunkan sekresi estrogen. Tingkat estrogen yang rendah adalah salah satu penyebab utama osteoporosis pascamenopause. Tingkat estrogen yang rendah mengganggu stimulasi aktivitas osteoblas dan juga manajemen stres oksidatif. Stres oksidatif dapat merangsang diferensiasi osteoklas dan resorpsi tulang dan menyebabkan peningkatan risiko osteoporosis.

Menopause pada umumnya tidak dapat dikendalikan, namun risiko terkena osteoporosis dapat dikurangi melalui pengelolaan stres oksidatif, mengurangi konsumsi alkohol, merokok, meningkatkan aktivitas fisik, dan pengaturan diet. Antioksidan diketahui mampu menurunkan risiko osteoporosis. Beberapa penelitian melaporkan bahwa konsumsi rutin karotenoid dari sayur dan buah efektif membantu meningkatkan mineralisasi tulang. Salah satu antioksidan yang telah diketahui memiliki dampak positif terhadap kepadatan tulang adalah likopen.

Likopen adalah pigmen karotenoid tanaman yang menghasilkan warna kuning atau jingga pada buah dan sayuran. Likopen larut dalam lemak dengan isomer all-trans dan cis dalam alam, sering ditemukan pada tomat dan produk turunannya. Likopen memiliki beberapa karakteristik seperti tidak mudah mengkristal, mudah larut dalam minyak, mudah diserap oleh usus, dan mudah diangkut ke dalam sel, sehingga membuat konsentrasi cis-isomer tinggi dalam plasma dan jaringan. Proses memasak dan mengolah makanan dengan tambahan minyak dapat meningkatkan pelepasan karotenoid dari matriks makanan, sehingga penyerapan likopen dapat meningkat. Sementara tomat dikenal memiliki kandungan likopen tertinggi, dan produk olahannya seperti pasta tomat, saus tomat, sup, dan jus diketahui memiliki kandungan likopen yang lebih tinggi dari tomat mentah.

Studi in-vivo dan in-vitro terkini telah menunjukkan penurunan pengeroposan tulang dengan konsumsi likopen. Likopen serum yang tinggi dilaporkan terkait dengan penurunan oksidasi protein dan resorpsi tulang pada wanita pascamenopause. Karenanya likopen disarankan untuk merangsang pertumbuhan dan diferensiasi osteoblas dan menghambat aktivitas pembentukan dan resorpsi osteoklas. Likopen diketahui memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan astaxanthin dan memainkan peran penting dalam menurunkan kadar oksigen singlet, dua kali lebih baik dari karoten dan sepuluh kali lebih baik dari tokoferol. Di tingkat sel, likopen telah menunjukkan perannya dalam merangsang pertumbuhan dan diferensiasi osteoblas. Likopen juga dapat menghambat pembentukan tulang dan resorpsi oleh osteoklas dengan memproduksi Tartrat-Resistant Acid Phosphatase (TRAP) serta Sekresi ROS. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa asupan berbagai jenis karotenoid, termasuk likopen, memiliki efek positif pada kesehatan tulang dengan meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko fraktur. Untuk itu sangat disarankan untuk perempuan untuk meningkatkan konsumsi buah dan sayur kaya akan karotenoid dan antioksidan agar dapat mencegah osteoporosis pasca menopause.

Penulis: Dominikus Raditya Atmaka, S.Gz, M.PH.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://e-journal.unair.ac.id/MGI/article/view/30141

Fansurina Yuli Erdayanti, Dominikus Raditya Atmaka, Masaharu Kagawa (2022). The Potential of Phytochemicals Lycopene in Prevention of Bone Loss Due To Decreased Estrogen Hormone in Humans and Experimental Animals. Media Gizi Indonesia, 17(2): 192-204.