UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) merilis empat produk perawatan kulit (skincare) inovatif pada Puncak Perayaan Dies Natalis ke-63 Fakultas Farmasi (FF) di Pelataran Kantor Manajemen Kampus MERR-C, Minggu (20/9/2026). Peluncuran diresmikan oleh Rektor UNAIR Prof Dr Madyan SE MSi MFin bersama Dekan FF UNAIR Prof apt Dewi Melani Hariyadi SSi MPhil PhD dan inventor Prof Dr apt Tristiana Erawati Munandar MSi.
Akselerasi Hilirisasi Menuju Entrepreneurial University
Rektor UNAIR Prof Dr Madyan SE MSi MFin menegaskan pentingnya mengubah paradigma penelitian kampus dari sekadar publikasi ilmiah menjadi produk nyata yang bernilai komersial. Ia mengungkapkan bahwa UNAIR mampu menghasilkan sekitar 3.200 publikasi ilmiah per tahun, sehingga potensi komersialisasi riset terapan sangatlah besar.
“Riset yang kita lakukan harus mengarah pada hasil konkret berupa produk yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Tahun ini kita menargetkan sekitar 10 produk inovasi diluncurkan demi mengokohkan posisi UNAIR sebagai world-class entrepreneurial university,” tegas Prof Madyan.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan peluncuran ini tidak terlepas dari kolaborasi bersama mitra industri. “Kerjasama perguruan tinggi dan industri sangat penting untuk mendukung hilirisasi. Seluruh produk yang diluncurkan ini telah mencapai Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TRL) 9, teruji klinis, serta mengantongi izin BPOM dan sertifikasi halal sehingga siap didistribusikan secara luas,” imbuh Prof Madyan.
Formulasi Nano Berbasis Lipid dan Keunggulan Produk
Sementara itu, inventor produk FF UNAIR Prof Dr apt Tristiana Erawati Munandar MSi memaparkan empat produk yang dikembangkan di bawah naungan Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi Skin and Cosmetic Technology (PUI-PT SCT). Rangkaian produk tersebut meliputi NLC Astrabright Advanced Anti-Aging Serum, Sains4Skin Ultra Hydrating Body Soap, Sains4Skin Astrabright Facial Wash, dan Sains4Skin Q10 Radiant Sun Shield.
“Kami meluncurkan empat varian produk skincare yang teruji klinis untuk merawat kulit masyarakat. Rangkaian ini kami kembangkan berbasis riset agar manfaat proteksi dan perawatan kulit yang dihasilkan dapat bekerja secara maksimal,” jelas Prof Erawati.
Prof Erawati menerangkan bahwa inovasi ini memanfaatkan teknologi sistem nano berbasis lipid (Nanostructured Lipid Carriers/NLC) serta antioksidan Coenzyme Q10. Menurutnya, bahan aktif antioksidan kerap kali sulit menembus lapisan kulit, sehingga sistem NLC dikembangkan agar penetrasi bahan aktif menjadi lebih optimal.
“Riset ini sudah kami kembangkan secara intensif sejak tahun 2013. Penggunaan sistem NLC memungkinkan bahan aktif meresap lebih baik untuk mencerahkan kulit dan menangkap radikal bebas. Produk ini juga kami lengkapi pelembap tambahan sehingga sangat aman dan cocok untuk semua jenis kulit,” pungkas Prof Erawati.
Penulis: M Yasir Dharmawan Diniy
Editor: Khefti Al Mawalia





