Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang Sabet Juara III Kompetisi Sanpunkan Speech UGM

Rakanda berhasil meraih juara 3 dalam lomba Sanpunkan Speech, UGM (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWSSanpunkan Speech atau ‘pidato tiga menit’ menjadi tantangan tersendiri bagi peserta kompetisi nasional antarmahasiswa yang diselenggarakan oleh Prodi Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (Kombispro), Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada. Sabtu (9/5/2026), Rakanda Rasydan Prabaswara, mahasiswa semester 4 Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih juara III dalam kompetisi tersebut.

Secara umum, lomba pidato tersebut memberikan waktu sekitar 5-7 menit bagi peserta untuk menyampaikan materi pidato yang telah mereka persiapkan. Tantangan dalam kompetisi ini terletak pada kemampuan peserta menyampaikan keseluruhan isi pidato secara ringkas hanya dalam durasi tiga menit. Dengan waktu yang terbatas tersebut, para peserta dituntut mampu merangkum dan menyampaikan inti pidato secara efektif dan menarik.

Dengan pendampingan dari Ikegami Komi, native speaker Jepang yang membantu mengajar di Prodi Bahasa dan Sastra Jepang, Rakanda melakukan sesi ideasi untuk mengasah kemampuannya dalam menulis naskah pidato dalam bahasa Jepang. Rakanda juga berlatih simulasi tanya jawab bersama mahasiswa yang pernah memenangkan lomba pidato oleh Japan Foundation di tahun sebelumnya. Latihan menghafal naskah selalu Rakanda lakukan di setiap ia senggang. Bahkan ketika sedang berjalan kakipun ia menyempatkan untuk berlatih secara lisan.

Sanpunkan Speech memiliki tiga tema pidato, yaitu “Budaya Masyarakat Jepang yang Menarik”, “Budaya Populer Jepang”, dan “Peribahasa Jepang yang Mengubah Hidupku”. Hasil kerja kerasnya membuahkan hasil yang setimpal, Rakanda berhasil membawakan pidatonya dengan tenang dan tanpa keraguan. Rakanda menyampaikan topik yang berkaitan dengan kata-kata penting yang digunakan oleh orang Jepang dalam keseharian mereka. Yaitu arigatou gozaimasu (terima kasih), gomen nasai (maaf), dan otsukaresama (kerja bagus).

Pertanyaan para juri yang berbeda dengan simulasi latihan menjadi suatu tantangan tersendiri. Rakanda berusaha membuktikan kemampuan bahasa Jepangnya dengan melakukan improvisasi dalam menjawab pertanyaan tersebut. Meskipun masih terdapat kesalahan dalam tata bahasa yang ia gunakan, Rakanda tetap berusaha menjawabnya. Usaha tersebut memberikannya hasil manis berupa raihan juara 3 dalam ajang kompetisi Sanpunkan Speech. “Tidak usah gengsi! Ayo kembangkan kemampuan bahasa Jepangmu!” pesan Rakanda untuk teman-temannya yang ingin berkompetisi di ajang lomba lainnya.

Komitmen Prodi Bahasa dan Sastra Jepang FIB dalam memberikan peluang bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi akademik. Selaras dengan implementasi Sustainable Development Goal (SDGs) poin ke-4, yaitu quality education.

Penulis: Dhaniswari Ananta Ayu MHum