Universitas Airlangga Official Website

Airlangga Maritim Week Ungkap Potensi Mikroalga bagi Ekonomi Biru

Falasifah SSi saat menyampaikan materi dalam Airlangga Maritim Week (AMW), Minggu (20/9/2026) (Foto: Dok. Panitia)

UNAIR NEWS – Co-Founder and Director Albitec, Falasifah SSi, mengungkap potensi mikroalga sebagai komoditas yang dapat mendukung pengembangan ekonomi biru di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian Airlangga Maritim Week (AMW) yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) pada Minggu (20/9/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung Kuliah Bersama (GKB) lantai 9, Kampus MERR-C UNAIR.

Falasifah menjelaskan bahwa pengembangan mikroalga dapat dilakukan tanpa mengambil stok secara berlebihan dari alam. Sejak 2017, Albitec melakukan isolasi dan pengembangan strain mikroalga untuk diperbanyak melalui kultur. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya budidaya yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi melalui biomassa dan berbagai produk turunannya.

“Sejak 2017 awal kami isolasi, kemudian kami melakukan strain dan kami melakukan perbanyakan dari strain itu. Bukan kami mengambil terus dari alam,” jelas Falasifah.

Selain budidaya, mikroalga memiliki peluang dalam penyerapan karbon. Biomassa yang dihasilkan dari proses tersebut dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Falasifah juga menjelaskan rencana pengembangan kelompok masyarakat untuk membudidayakan Spirulina dan menghasilkan berbagai produk turunannya.

Falasifah menekankan pentingnya sinergi antara akademik, riset, dan industri dalam mengembangkan ekosistem mikroalga. Menurutnya, mahasiswa perlu memperoleh pengalaman melalui proyek yang memiliki penerapan nyata, bukan hanya melakukan kegiatan di laboratorium. “Riset dan akademik ini perlu kita sinergikan dengan industri,” tuturnya.

Ia mencontohkan pengembangan sejumlah peralatan produksi yang dibuat secara mandiri karena ekosistem bisnis mikroalga di Indonesia masih berkembang. Berbagai produk turunan seperti pangan, pakan, skincare, dan biofertilizer juga dinilai memiliki peluang pengembangan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dalam pengembangan usahanya, Albitec turut menjalin kerja sama dengan pemerintah, termasuk Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. Jejaring internasional juga terus dibangun melalui mitra di Jepang, Korea, dan Eropa untuk memperluas pengembangan teknologi serta pasar mikroalga.

Kepada mahasiswa, Falasifah membagikan lima langkah yang dapat dilakukan sejak awal perkuliahan. Yakni menguasai satu spesies, mempelajari teknik kultur, mengikuti seminar, membangun proyek kecil, serta memperkuat publikasi dan jejaring.

Ia mendorong mahasiswa untuk mulai membangun proyek sederhana sebagai sarana mengembangkan kreativitas dan pengalaman. “Bangun project-project kecil karena menurut saya, orang Indonesia itu kreatif,” ungkapnya.

Melalui pengembangan mikroalga, Falasifah berharap pertumbuhan industri tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga membuka peluang bagi lebih banyak masyarakat untuk terlibat dalam ekosistem ekonomi biru.

Penulis: Abraham Chrisanta Putra

Editor: Yulia Rohmawati