UNAIR NEWS – Fenomena blooming eceng gondok di perairan sekitar Desa Bedahan mendorong mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 untuk menyelenggarakan rangkaian kegiatan seminar dan workshop di Desa Bedahan, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini berfokus pada pengelolaan limbah rumah tangga dan eceng gondok sebagai upaya mitigasi lingkungan dan perubahan iklim.
Edukasi Warga melalui Seminar Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
Rangkaian acara diawali dengan seminar yang dilaksanakan pada di Balai Desa Bedahan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan warga desa dari 12 RT, serta perangkat desa. Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Bedahan, Anwar SPd MPd menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kami segenap jajaran pengurus desa berharap ilmu yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa terkait pengolahan sampah ke sesuatu yang lebih bermanfaat ini dapat disebarluaskan oleh jenengan-jenengan yang hadir ke warga sekitar,” ujarnya.

Pada sesi materi, Hanif Rahmananda, mahasiswa Teknik Lingkungan UNAIR yang saat itu bertugas sebagai narasumber menjelaskan bahwa limbah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Limbah organik yang dibuang di udara terbuka dapat menghasilkan gas metana, sementara pembuangan ke aliran air dapat memicu pertumbuhan eceng gondok secara berlebihan.
Selain upaya pencegahan, Hanif juga memaparkan solusi pengelolaan limbah eceng gondok yang sudah terlanjur tumbuh. Dalam seminar tersebut diperkenalkan biopori komposter sebagai media pengolahan sampah rumah tangga dan eceng gondok menjadi kompos yang berpotensi bernilai guna dan ekonomis apabila dikelola secara berkelanjutan.
Aksi Bersama Pemuda dalam Workshop dan Instalasi Biopori Komposter
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan workshop praktik pada 11 Januari 2026 di Lapangan Desa Bedahan bersama pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna. Workshop ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan pemuda desa dalam penerapan langsung materi seminar. Secara bersama-sama, mereka melakukan instalasi 10 biopori komposter, mulai dari penentuan titik, proses pemasangan, hingga simulasi pengisian limbah organik dan eceng gondok.
Lapangan desa dipilih karena sering tergenang saat musim hujan serta menjadi pusat aktivitas masyarakat, pelajar, dan pemuda. Harapannya, masyarakat Desa Bedahan khususnya pemuda, dapat terus mengelola biopori komposter secara mandiri dan berkelanjutan sebagai upaya menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah yang bernilai bagi Desa Bedahan.
Penulis: Tim BBK 7 di Desa Bedahan





