Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa BBK UNAIR Ciptakan Spray Insektisida untuk Kurangi Populasi Nyamuk

Proses packing produk SIRANA oleh Kelompok KKN BBK 6 Desa Kalikatir (Foto: Dok. Narasumber)
Proses packing produk SIRANA oleh Kelompok KKN BBK 6 Desa Kalikatir (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Salah satu permasalahan di Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto yaitu kondisi cuaca yang lembab dan kurangnya kesadaran dalam memilah sampah. Hal tersebut mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN BBK 6) UNAIR membantu menyelesaikan permasalahan dengan membuat spray insektisida dari serai.

Mirna Dea, anggota KKN BBK 6 UNAIR Desa Kalikatir menyebutkan bahwa permasalahan tersebut dapat menimbulkan banyak populasi nyamuk yang tidak normal. “Perilaku warga yang kurang sadar dalam prosedur pemilahan dan pembuangan sampah. Lama kelamaan membentuk timbunan sampah, sehingga muncul populasi nyamuk. Apalagi ditambah dengan cuaca lembab. Hal ini berbahaya bagi warga karena dapat menimbulkan penyakit DBD dan malaria,” ulasnya pada Minggu (20/7/2025).

Program kerja SIRANA: Spray Insektisida Ramah Lingkungan untuk Membasmi Nyamuk. Dalam pelaksanaanya diawali dengan pembuatan dengan menggunakan bahan alami batang serai. Kemudian dibagikan ke 20 rumah warga secara door to door. Kemudian ada tambahan sosialisasi menggunakan leaflet agar warga desa lebih mudah memahami.

“Spray yang kami buat untuk bahan mengandalkan sumber daya lokal daerah sini yaitu serai ditambah dengan etanol 70 persen untuk melarutkan air rebusan serai dan sebagai antiseptik. Pembagian leaflet juga berisikan info mengenai manfaat, cara penggunaan dan pembuatan spray,” jelasnya.

Leaflet deskripsi produk SIRANA (Foto: Dok. Narasumber)
Leaflet deskripsi produk SIRANA (Foto: Dok. Narasumber)

Mirna mengungkapkan dari program inisiasi kelompoknya. Yaitu memberikan perlindungan kepada masyarakat dari gangguan dan potensi penyakit yang dibawa oleh nyamuk. Selain itu, pembuatan spray merupakan solusi yang aman, mudah, dan murah. 

“Tujuan dari program ini, kami ingin memberdayakan sumber daya alam sekaligus warga agar mampu membuat produk pengusir nyamuk secara mandiri. Tanpa harus membeli produk komersial yang terkadang harga dan kualitasnya kurang terjangkau. Hal ini juga menjadi bagian dari edukasi agar sumber daya bernilai lebih bagi kesejahteraan warga,” ungkapnya.

Mahasiswa FIB itu berharap, program kerja SIRANA dapat menjadi alternatif yang berkelanjutan. Terutama dalam menjaga kesehatan lingkungan dan membentuk kesadaran kolektif menghindari produk berbahaya.

Penulis: Ersa Awwalul Hidayah

Editor: Yulia Rohmawati