Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FISIP UNAIR Raih Juara 1 Lomba Bedah Isu Kependudukan 2023

Tiga mahasiswa Ilmu Komunikasi UNAIR berfoto Bersama usai meraih sebagai juara 1 dalam Lomba Bedah Isu-isu Kependudukan 2023. (Foto : Istimewa)
Tiga mahasiswa Ilmu Komunikasi UNAIR berfoto Bersama usai meraih sebagai juara 1 dalam Lomba Bedah Isu-isu Kependudukan 2023. (Foto : Istimewa)

UNAIR NEWS – Tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih prestasi gemilang sebagai juara 1 dalam Lomba Bedah Isu-isu Kependudukan 2023. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur pada Jumat (8/12/2023).

Kepada UNAIR NEWS (9/12/2023), Satriyani Dewi Astuti  mengatakan bahwa mereka mendapatkan informasi lomba tersebut sangatlah mendadak, tepatnya dua hari sebelum perlombaan. Selain Satriyani, dua anggota tim lainnya ialah Muhammad Reihan Wahyudi dan Solihatul Maisaroh.

“Akhirnya kita refleksi dari kegiatan kita selama ini di UKM Kependudukan. Kita senang sekali bisa menyumbang prestasi, dan cakupannya juga linear dengan kegiatan kita di UKM,” ungkapnya.

Satriyani menyampaikan jika dalam lomba tersebut, mereka dibagi menjadi beberapa tim untuk membedah sebuah studi kasus yang berikan dengan waktu terbatas tiga menit. Dari studi kasus tersebut, mereka dituntut untuk kritis dan memberikan solusi serta inovasi. Saat itu, studi kasus yang diberikan adalah tentang perkawinan anak yang tinggi di Jawa Timur.

Dari permasalahan tersebut, Satriyani dan tim memberikan sebuah inovasi yang dinamakan “Generasi Terbaik”. Terbaik merupakan sebuah akronim yang berarti Terintegrasi, Edukatif, Responsif, Berkelanjutan, Adaptif, Inklusif, dan Keberlanjutan. Dari itu, dua hal yang menjadi pokok utama ialah perihal inklusivitas dan keberlanjutan.

“Dan program ini akan menyasar remaja, calon pengantin, dan keluarga. Jadi upaya pernikahan dini ini tidak hanya dicegah tetapi kami juga menawarkan program apabila perkawinan itu tidak bisa dicegah,” ungkap anggota UKM Kependudukan UNAIR tersebut.

Satriyani menjelaskan, apabila perkawinan itu memang tidak bisa dicegah, maka ada program yang bisa digunakan, yaitu 4T atau Terlalu Muda, Terlalu Dekat, Terlalu Rapat, dan Terlalu Banyak. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa selama ini UKM Kependudukan kerap melakukan Pengabdian Masyarakat Abdi Desa dengan fokus penyuluhan isu kependudukan.

Lomba tersebut merupakan bagian dari upaya BKKBN untuk melibatkan generasi muda dalam membahas dan mencari solusi terhadap permasalahan kependudukan yang semakin kompleks. Hal itu bukan hanya menguji pengetahuan peserta, tetapi juga kemampuan dalam menyusun argumen yang logis dan persuasif, serta kreativitas dalam menyampaikan ide-ide inovatif.

“Kita berharap responsifitas dan kepedulian mahasiswa, khususnya mahasiswa UNAIR mengenai isu pernikahan dini ini. Karena tidak sedikit remaja yang mengajukan dispensasi nikah lebih awal,” pesannya. (*)

Penulis : Afrizal Naufal Ghani

Editor  : Khefti Al Mawalia