Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FK UNAIR Dalami Bedah Ortopedi di Slovakia, dari Asistensi Operasi hingga Diskusi dengan Duta Besar RI

Emerik Nanda Rayhan Prasetijo dalam rangkaian SCOPE Professional Exchange Program di Department of Orthopedic Surgery, Hospital Ružinov, Comenius University, Bratislava, Slovakia, pada Juli 2026. Foto menampilkan Emerik saat menjadi asisten dalam prosedur Total Knee Arthroplasty (TKA) serta setelah menyelesaikan rangkaian program dan menerima sertifikat sebagai tanda selesainya program (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), Emerik Nanda Rayhan Prasetijo, berkesempatan mengikuti SCOPE Professional Exchange Program selama 1–28 Juli 2026 di Department of Orthopedic Surgery, Hospital Ružinov, Comenius University, Bratislava, Slovakia. Program ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman klinis secara langsung sekaligus memperluas wawasan mengenai sistem pelayanan kesehatan dalam lingkungan internasional.

Selama empat minggu, Emerik mengikuti berbagai kegiatan akademik dan klinis, meliputi morning case discussion, ward round, diskusi kasus, serta kegiatan di ruang operasi. Dalam kegiatan tersebut, Emerik mengamati berbagai prosedur bedah ortopedi, dengan Total Hip Arthroplasty (THA) dan Total Knee Arthroplasty (TKA) sebagai prosedur yang paling sering dijumpai. Selain itu, ia juga memperoleh paparan terhadap berbagai tindakan lainny. Seperti revision total hip arthroplasty, knee arthroscopy, shoulder arthroscopy, reverse total shoulder arthroplasty, posterior spinopelvic restabilization, microdiscectomy, balloon kyphoplasty, bone tumor biopsy, serta revision clavicle osteosynthesis with autologous iliac crest bone grafting.

Salah satu pengalaman utama dalam program ini adalah kesempatan bagi Emerik untuk menjadi asisten pada enam prosedur operasi, yang terdiri atas tiga Primary Total Hip Arthroplasty, dua Cruciate-Retaining Total Knee Arthroplasty, dan satu Posterior-Stabilized Total Knee Arthroplasty. Dalam asistensi tersebut, Emerik membantu memperluas lapangan operasi melalui retraksi jaringan, melakukan suction untuk membantu mempertahankan visualisasi selama tindakan, membantu proses penghentian perdarahan menggunakan electrocautery, serta melakukan penjahitan kulit pada tahap penutupan luka di bawah supervisi dokter operator. Keterlibatan langsung dalam tindakan tersebut memberikan pengalaman praktis mengenai metode asistensi bedah, penerapan prinsip asepsis, penggunaan instrumen, serta tahapan penutupan luka pada operasi ortopedi.

Emerik Nanda Rayhan Prasetijo bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Slovakia dalam pertemuan dan diskusi mengenai sistem pelayanan kesehatan di Slovakia serta peluang kerja sama Indonesia–Slovakia di bidang kesehatan dan pendidikan kedokteran pada bulan Juli 2026. (Foto: Dok. Pribadi)

Pengalaman asistensi tersebut juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai alur kerja di ruang operasi dan pentingnya koordinasi antara operator dan asisten. Melalui keterlibatan langsung dalam berbagai tahapan tindakan, Emerik dapat menghubungkan pengetahuan teoritis mengenai prosedur ortopedi dengan praktik klinis secara nyata.

Selain kegiatan di ruang operasi, Emerik juga mengikuti diskusi klinis bersama dokter spesialis dan dokter residen. Diskusi mencakup interpretasi pemeriksaan radiologi, pertimbangan indikasi operasi, pemilihan implan, serta evaluasi hasil tindakan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan kedokteran dengan penerapannya dalam praktik klinis.

Tidak hanya memperluas pengalaman klinis, program ini juga memberikan kesempatan untuk mengenal perspektif kesehatan pada tingkat yang lebih luas. Emerik berkesempatan menghadiri pertemuan dan berdiskusi bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Slovakia. Dalam pertemuan tersebut, peserta bertukar pikiran mengenai sistem pelayanan kesehatan di Slovakia, berbagai tantangan sektor kesehatan, serta peluang kerja sama antara Indonesia dan Slovakia, khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan kedokteran.

Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan aktivitas pertukaran budaya bersama mahasiswa dari berbagai negara. Melalui Welcome Party, Suture Workshop, National Food and Drink Party, Farewell Party, hingga kegiatan bersama peserta exchange lainnya, Emerik memperoleh kesempatan untuk membangun jejaring internasional dan memahami keberagaman budaya dari berbagai negara. Kegiatan tersebut melengkapi pengalaman akademik dengan pembelajaran nonformal yang mendukung kemampuan komunikasi dan adaptasi dalam lingkungan multikultural.

Melalui SCOPE Professional Exchange Program, Emerik tidak hanya memperoleh pengalaman klinis dalam bidang bedah ortopedi, tetapi juga mengembangkan kemampuan profesional, komunikasi lintas budaya, dan wawasan mengenai sistem kesehatan internasional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam perjalanan pendidikan kedokteran serta mendorong keterlibatan mahasiswa dalam kerja sama dan pembelajaran lintas negara.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being melalui pengembangan kompetensi di bidang kesehatan, SDG 4: Quality Education melalui pengalaman pembelajaran klinis internasional, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan jejaring dan kolaborasi internasional di bidang kesehatan dan pendidikan.