UNAIR NEWS – Karya ilmiah mengantarkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) menorehkan prestasi tingkat nasional. Tim UNAIR berhasil meraih juara tiga Scientific Paper Competition pada ajang Forum Terpadu (FORTE) 2026. Kompetisi tersebut berlangsung pada Jumat (31/7/2026) di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti.
Tim tersebut terdiri atas Akmal Umara Adli, Felice Kanaya Chandra, dan Bayu Cahyo Bintoro. Mereka menyusun karya ilmiah berjudul Efektivitas Injectable Platelet-Rich Fibrin sebagai Terapi Adjuvan Arthrocentesis pada Temporomandibular Joint Disc Displacement: Sebuah Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis yang mengkaji efektivitas injectable platelet-rich fibrin (i-PRF) sebagai terapi tambahan pada prosedur arthrocentesis bagi pasien dengan gangguan sendi rahang.
Potensi Terapi Tambahan
Felice menjelaskan bahwa gangguan sendi rahang merupakan kondisi yang cukup sering dijumpai dan dapat menimbulkan nyeri, bunyi klik, hingga keterbatasan membuka mulut. Kondisi tersebut tentu berdampak pada aktivitas sehari-hari, seperti makan, berbicara, dan mengunyah.
“Arthrocentesis berfungsi membilas sendi untuk mengurangi peradangan, tetapi belum sepenuhnya membantu proses regenerasi jaringan. Karena itu, kami menganalisis apakah penambahan i-PRF sebagai terapi tambahan benar-benar memberikan efek yang signifikan,” jelasnya.
Berdasarkan hasil meta-analisis yang dilakukan, kombinasi terapi tersebut terbukti efektif menurunkan skor nyeri hingga 1,95 poin serta meningkatkan kemampuan membuka mulut maksimal sebesar 4,28 milimeter. i-PRF diperoleh dari darah pasien yang disentrifugasi sehingga menghasilkan lapisan kaya faktor pertumbuhan yang berperan dalam regenerasi jaringan.
“Hasil analisis kami menunjukkan bahwa kombinasi arthrocentesis dan i-PRF merupakan terapi yang menjanjikan. Kedepan, tentu masih diperlukan penelitian yang lebih terstandarisasi agar terapi ini dapat menjadi salah satu acuan dalam penanganan gangguan sendi rahang,” ujarnya.
Berangkat dari Permasalahan Nyata
Melalui karya ilmiah tersebut, Felice berharap masyarakat semakin mengenal pilihan terapi minimal invasif yang berpotensi membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi sendi rahang.
Di akhir, ia berpesan agar mahasiswa berani mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat. “Carilah permasalahan yang nyata dan sering ditemui. Jangan takut mengeksplorasi topik yang kompleks. Kompetisi bukan hanya soal menjadi juara, tetapi juga kesempatan untuk belajar, berkembang, dan membangun kerja sama tim,” pungkasnya.
Penulis : Maulya Afifah Zahra
Editor : Khefti Al Mawalia





