Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FKG UNAIR Raih Prestasi Internasional Berkat Gagasan Deep Learning dalam Segmentasi Mandibula

Tim FHAmily meraih Juara 3 International Essay Oral Presentation di Universitas Gadjah Mada (Foto : dok. Tim FHAmily)
Tim FHAmily meraih Juara 3 International Essay Oral Presentation di Universitas Gadjah Mada (Foto : dok. Tim FHAmily)

UNAIR NEWS – Prosedur segmentasi mandibula dalam dunia kesehatan gigi membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Melihat tantangan tersebut, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR) mengkaji pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) berbasis deep learning sebagai alat bantu segmentasi mandibula secara lebih cepat dan akurat. 

Gagasan tersebut mengantarkan Tim FHAmily meraih Juara 3 International Essay Oral Presentation yang berlangsung pada Minggu (6/9/2026) di Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim tersebut terdiri dari Hanif Azzikri Hidayatullah bersama Aisya Nadia Fazilatunnisa dan Muhamad Farel Fachruzani. 

Uji Akurasi Deep Learning

Hanif memaparkan bahwa penelitian tersebut tidak hanya melihat kemampuan deep learning dalam melakukan segmentasi, namun juga menganalisis pengaruh perbedaan arsitektur model terhadap akurasinya berbasis single-arm meta-analysis.

“Berdasarkan hasil kajian, deep learning memiliki akurasi yang sangat tinggi dengan Dice Similarity Coefficient sebesar 0,96. Selain itu, bagian yang paling menarik adalah perbedaan arsitektur model tidak menunjukkan penurunan akurasi yang signifikan,” jelasnya.

Hanif juga menjelaskan mengenai segmentasi mandibula merupakan prosedur penting dalam kedokteran gigi. Namun, masih terdapat hambatan yakni membutuhkan waktu dan tenaga yang besar. Kondisi tersebut menjadi tantangan di tengah ketimpangan jumlah dokter gigi dan pasien di Indonesia.

“Melalui penelitian ini, kami mengusulkan deep learning sebagai alat bantu dalam mendampingi dokter melakukan segmentasi mandibula. Teknologi ini bukan untuk menggantikan tenaga medis, melainkan memperkuat peran mereka agar proses dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat,” ujarnya.

Dorong Pengembangan Teknologi Klinis

Menurutnya, pemanfaatan teknologi merupakan langkah krusial dalam membantu menekan angka prevalensi dan meringankan beban kerja tenaga kesehatan. Ke depan, tim berharap penelitian prospektif dapat dilakukan untuk memperoleh bukti objektif mengenai potensi deep learning dalam segmentasi mandibula.

Di akhir, tim juga berpesan kepada mahasiswa agar tidak berhenti mencoba meskipun menghadapi kegagalan. “Teruslah mencoba dan belajar. Jangan lekas menyerah ketika kalah atau hasil tidak sesuai harapan, karena untuk terbiasa menang, seseorang harus lebih dulu terbiasa dengan kekalahan. Tunjukkan kualitas terbaik justru ketika keadaan tidak berpihak,” pungkasnya.

Penulis : Maulya Afifah Zahra

Editor : Ragil Kukuh Imanto