UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR, Ottoharman Joko Hutomo, menorehkan prestasi pada ajang Gadjah Mada Swimming Competition 2026. Mahasiswa angkatan 2025 tersebut berhasil meraih dua medali emas pada nomor 50 meter dan 100 meter gaya punggung serta satu medali perak pada nomor 200 meter gaya punggung pada Sabtu (29/8/2026).
Prestasi tersebut diraih Ottoharman melalui nomor gaya punggung yang menjadi spesialisasinya. Meskipun menguasai beberapa nomor renang lainnya, gaya punggung menjadi nomor yang paling sering membawanya meraih prestasi. Pada kompetisi kali ini, nomor 200 meter menjadi tantangan tersendiri karena Ottoharman harus puas dengan medali perak.
“Untuk spesialisasi memang dari aku sendiri di gaya punggung. Namun, tidak bisa dipungkiri kalau gaya lain juga aku kuasai. Untuk gaya yang sering juara memang punggung ini. Untuk nomor spesialis sendiri di 200 meter, cuma kemarin belum rezeki untuk dapat emas. Baru dapat perak, tapi Alhamdulillah 50 dan 100 meter bisa dapat emas,” ungkapnya.
Persiapan dan Konsistensi Latihan
Untuk menghadapi kompetisi tersebut, Ottoharman mulai meningkatkan intensitas persiapan sejak tiga bulan sebelum pertandingan. Ia kembali menerapkan pola hidup sebagai atlet dengan menjaga asupan makanan, kualitas tidur, dan rutinitas latihan. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa FKH, ia tetap menyesuaikan latihan dengan kegiatan akademik dengan target minimal tiga kali latihan renang setiap minggu.

Ottoharman juga berlatih bersama klub renang di Kodam Brawijaya di bawah arahan pelatih. Menurutnya, latihan bersama pelatih dan tim penting dalam menjaga kualitas latihan renang. Dalam satu minggu, program latihannya dapat mencapai 30.000 hingga 40.000 meter dengan jarak latihan harian sekitar 5.000 hingga 6.000 meter. Program tersebut mencakup latihan interval, tempo, dan endurance.
Kesibukan akademik menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Praktikum dan laporan yang menjadi bagian dari perkuliahan FKH membuat Ottoharman perlu membagi waktu secara cermat. Ia memilih mencicil tugas dan menjaga pola tidur agar aktivitas akademik tidak mengganggu performa latihan.
“Bukan belajarnya yang menyeimbangkan latihan, tapi latihannya yang menyeimbangkan belajar. Karena dari aku sendiri lebih fokus ke pendidikan sebenarnya,” ungkapnya.
Strategi Berbeda di Setiap Nomor
Dalam pertandingan, Ottoharman menerapkan strategi berbeda sesuai jarak yang diikuti. Pada nomor 50 meter gaya punggung, ia memberikan perhatian khusus pada pemanasan karena jarak yang pendek membuat atlet harus langsung mencapai performa maksimal sejak awal.
Sementara itu, nomor 100 dan 200 meter membutuhkan pengaturan kecepatan dan daya tahan. Pada nomor 200 meter, Ottoharman membagi tenaga dengan memulai secara cepat, mempertahankan kecepatan pada bagian tengah, kemudian meningkatkan tenaga pada putaran terakhir.
Target Kompetisi Berikutnya
Setelah meraih tiga medali, Ottoharman menargetkan prestasi yang lebih tinggi untuk mewakili UNAIR. Ia berencana meningkatkan kembali intensitas latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi mahasiswa pada tahun berikutnya. Salah satu targetnya adalah dapat mewakili UNAIR dan Jawa Timur pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS).
Sebelumnya, Ottoharman juga pernah berlaga di tingkat nasional saat SMA dan berhasil meraih prestasi pada POMNAS dengan mewakili DKI Jakarta. Pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk kembali berlaga di tingkat nasional dengan membawa nama UNAIR.
Bagi mahasiswa yang ingin mulai berenang tetapi masih memiliki rasa takut terhadap air, Ottoharman berpesan agar tidak ragu untuk mencoba dengan pendampingan yang tepat. Menurutnya, rasa takut dapat dihadapi secara bertahap dengan latihan yang benar dan memperhatikan aspek keselamatan, termasuk pemanasan dan stretching untuk mengurangi risiko kram.
“Risiko paling besar adalah tidak mengambil resiko. Kalau kamu tidak berani mengambil risiko untuk mencoba renang, bagaimana kamu bisa? Rasa takut itu harus dilawan,” tuturnya.
Penulis: Abraham Chrisanta Putra
Editor: Yulia Rohmawati





