UNAIR NEWS — Universitas Airlangga (UNAIR) resmi ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan The 7th AUN Student Affairs Network (AUN-SAN) Meeting dan 2nd VOX Meeting. Agenda internasional yang berlangsung pada Rabu-Sabtu (3-5/9/2026) ini menghadirkan para delegasi perguruan tinggi se-ASEAN untuk membahas strategi penyiapan lulusan yang tangguh di tengah pesatnya disrupsi global.
Prof Dr Nisful Laila SE MCom CRA, Ketua Pusat Karier dan Keberdampakan Alumni (PKKA) hadir memantik diskusi di antara delegasi perguruan tinggi AUN, Kamis (3/9/2026). Dalam forum yang mengusung tema Enhancing Student Employability Strategy itu, Prof Nisful memaparkan urgensi pembenahan sistem persiapan karier mahasiswa guna menjembatani jarak (gap) antara dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan industri modern.
Tantangan Disrupsi dan Kecemasan Generasi Muda
Prof Nisful menyoroti perubahan cara kerja industri yang bergerak sangat cepat serta dampaknya terhadap mentalitas lulusan baru. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga secara global. “Hampir separuh dari karier yang ada saat ini akan segera kehilangan relevansinya. Masa pakai suatu keahlian terus menyusut di tengah dunia yang penuh disrupsi,” ujar Prof Nisful.

Ia menekankan bahwa perguruan tinggi tidak lagi bisa sekadar berperan sebagai tempat akademik. Melainkan harus bertransformasi menjadi pendorong lahirnya pemimpin masa depan. Tingginya angka kecemasan di kalangan Generasi Z terkait kesiapan kerja dan hadirnya teknologi Generative AI menjadi tantangan nyata. Situasi tersebut, imbuhnya, memerlukan intervensi dari institusi pendidikan.
“Perguruan tinggi tidak bisa lagi beroperasi hanya sebagai penyedia materi akademik semata. Kita harus berkembang menjadi pendorong lahirnya para pemimpin masa depan,” tegas Prof Nisful.
Pemetaan Potensi
Salah satu inovasi penting yang UNAIR hadirkan melalui PKKA adalah pendampingan karier yang dirancang sebagai proses berkelanjutan selama empat tahun. Bukan sekadar persiapan singkat menjelang kelulusan.
“Kesiapan karier adalah sebuah proses berkelanjutan selama empat tahun. Bukan sekadar ajang di semester akhir,” ungkapnya.
Sejak memasuki tahun pertama, mahasiswa baru dapat mengikuti student career assessment. Dengan tujuan mengidentifikasi gaya belajar, gaya adaptasi sosial, hingga minat karier mereka. Hasil pemetaan digital ini kemudian ditindaklanjuti dengan layanan konseling karier terstruktur dan penyusunan arah karier.
“Kami menggunakan sistem digital di tahap awal dan sentuhan manusia di tahap berikutnya. Kami menerjemahkan hasil asesmen menjadi tindakan nyata melalui konseling karier terstruktur untuk membangun rasa percaya diri dan ketahanan mental mahasiswa,” tutur Prof Nisful.
Sinergi Alumni dan Kolaborasi Kawasan ASEAN
Selain pendampingan bagi mahasiswa aktif, UNAIR terus memantau capaian para lulusan melalui tracer study dan penguatan kerekatan alumni yang kini didistribusikan langsung ke tingkat fakultas.
“Fakultas dapat menjalin keterikatan yang lebih erat dengan para alumninya. Karena biasanya alumni merasa lebih dekat dengan fakultas, teman-teman, dan dosen mereka sendiri,” ujarnya.
Melalui forum AUN-SAN Meeting 2026 ini, harapannya model kolaborasi dan ekosistem pengembangan karier yang UNAIR terapkan dapat menjadi rujukan serta bahan diskusi interaktif antarperguruan tinggi di kawasan ASEAN.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Yulia Rohmawati





