UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) semester enam menyelenggarakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan konsep pengabdian kepada masyarakat. Program itu bertajuk BAKUL NASI (Bersama Rangkul Lansia Anti Hipertensi) yang diselenggarakan pada Selasa (17/01/2023) di Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.
Kepada UNAIR NEWS Fadhil Muhammad Razzan wakil ketua tim PKL menyebutkan program yang diselenggarakan bertajuk BAKUL NASI memeiliki tiga sub program yaitu JUMPA HATI (Jemput Lansia Hingga Diobati), SEMANGAT (Senam dan Mangan Sehat), dan SOLATIP (Sosialisasi Lansia Anti Hipertensi).
Diusungnya ketiga program itu dilatarbelakangi oleh hasil analisis situasi bersama masyarakat yang telah dilakukan bersama kelompok. “Alasan memilih program ini dikarenakan hasil penelusuran situasi lingkungan menunjukkan kesulitan lansia untuk menjangkau akses pelayanan kesehatan dikarenakan tidak ada yang mengantar sehingga sulit untuk melakukan kontrol pencegahan hipertensi tersebut,” ujar Fadhil.
Mahasiswa semester enam tersebut menegaskan program unggulan dalam praktik kerja lapangan ini adalah JUMPA HATI (Jemput Lansia Hingga Diobati) yang merupakan tonggak keberhasilan penyelenggaraan keseluruhan sub program lainnya. Hal ini dikarenakan ketika program JUMPA HATI terealisasi optimal, maka dapat berlanjut ke program SEMANGAT dan SOLATIP untuk diimplementasikan.

Kemasan yang diberikan kelompok ini adalah penjemputan lansia, senam, dan sosialisasi yang merupakan bentuk inovasi baru yang tidak dijumpai di wilayah desa tersebut. Program senam yang diberikan juga disesuaikan dengan usia sasaran. Selain itu, pengadaan mangan sehat atau makan sehat juga divariasikan dengan pengadaan makan bersama atau pemberian konsumsi di akhir kegiatan.
Selanjutnya, program sosialisasi anti hipertensi diselenggarakan dikarenakan rendahnya tingkat pengetahuan dan pendidikan lansia sehingga perlu adanya pencerdasan yang dilakukan pada sasaran.
“Program ini disambut baik oleh masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan jumlah peserta yang hadir melebihi target yang telah ditetapkan oleh penyelenggara yaitu lebih dari 50 lansia. Selain itu, pihak desa juga mendukung keberlanjutan program ini dengan penyediaan mobil siaga dari pihak desa untuk implementasi JUMPA HATI, dilanjutkan dengan program SEMANGAT dan SOLATIP tersebut,” imbuh Fadhil.
“Harapannya kegiatan ini bisa berkelanjutan setelah program praktik kerja lapangan (PKL) ini selesai. Kami berharap pihak desa dapat berkomitmen untuk merealisasikan program bertajuk BAKUL NASI tersebut secara keseluruhan sehingga terbentuk pula posyandu lansia sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan lansia secara optimal,” tutur wakil ketua pelaksana di akhir penyampaiannya. (*)
Penulis: Afan Alfayad
Editor: Binti Q. Masruroh





