UNAIR NEWS – Amabel Puan Raya, mahasiswa Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), berpartisipasi dalam Nanyang Technological University (NTU) PEAK ASEAN Summer 2026 pada (7/8/2026) di Bali. Program internasional ini mempertemukan mahasiswa Indonesia dan Singapura untuk berkolaborasi menyelesaikan permasalahan nyata industri bersama mitra perusahaan selama tiga minggu.
Dalam program tersebut, Amabel bergabung dengan empat mahasiswa NTU untuk mengembangkan Experience 10 Assessment Tool. Instrumen ini bertujuan untuk menerjemahkan sepuluh poin visi hospitalitas bintang lima InJourney Hospitality menjadi standar terukur bagi The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, The Heritage Collection, di Sanur, Denpasar.

Kolaborasi Lintas Negara Jawab Tantangan Industri
NTU PEAK ASEAN Summer 2026 memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, design thinking, dan diplomasi melalui penyelesaian persoalan industri. Tim melakukan observasi, wawancara, dan survei terhadap operasional berbagai divisi hotel. Survei tersebut mulai dari front office, housekeeping, human capital, makanan dan minuman, quality control, hingga engineering.
Observasi tersebut bertujuan mengidentifikasi kesenjangan antara penerapan standar hospitalitas di lapangan dan visi korporat melalui Experience 10. Tim juga berkoordinasi dengan manajer setiap divisi untuk memahami tantangan dalam mempertahankan standar layanan hotel mewah.
“Program ini menjadi salah satu jalan untuk merefleksikan peran signifikan mahasiswa sebagai penggerak zaman modern. Peran tersebut melalui perancangan solusi inovatif berdasarkan identifikasi masalah nyata di lapangan,” jelas Amabel.
Perkenalkan Budaya Indonesia dan Pariwisata Berkelanjutan
Selain mengerjakan proyek industri, peserta mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang InJourney Hospitality inisiasi. Kegiatan tersebut meliputi lokakarya pembuatan wayang kulit bersama Yayasan Dharma Jati II dan SD Negeri 2 Sanur dalam rangka Hari Anak Nasional 2026. Selain itu, penanaman mangrove di Wana Segara Kertih.
Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran budaya antara mahasiswa Indonesia dan Singapura. Peserta berkesempatan berbagi perspektif mengenai budaya dan tradisi, sekaligus memahami hubungan antara pengembangan pariwisata, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan pesisir.
Kolaborasi lintas budaya turut memperkaya proses penyelesaian masalah. Perbedaan kebiasaan dan perspektif mendorong anggota tim menyelaraskan gagasan dalam merancang instrumen asesmen yang dapat mitra industri terapkan.
Dorong Standar Hospitalitas Berkelanjutan
Harapannya, program ini akan menghasilkan instrumen asesmen yang dapat berguna untuk InJourney Hospitality dan kedua hotel untuk mengevaluasi konsistensi kualitas layanan. Penerapannya berpotensi mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja pariwisata serta pengalaman wisatawan di Sanur.
Evaluasi program dilakukan secara kualitatif melalui umpan balik mentor dan eksekutif InJourney Hospitality, Career & Attachment Office NTU, anggota tim, serta dosen pembimbing.
“Harapannya, inovasi instrumen yang dirancang oleh saya dan tim dapat benar-benar diimplementasikan sebagai cara mewujudkan hospitalitas dan pariwisata berkelanjutan di Bali. Saya juga berharap partisipasi mahasiswa UNAIR dalam program ini dapat terus berlanjut dan meningkat. Sehingga, semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan menerapkan teori untuk menyelesaikan permasalahan nyata,” ujar Amabel.
Penulis: Zahwa Yasmina Fajri
Editor: Ragil Kukuh Imanto
