UNAIR NEWS – Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) UNAIR kini tengah melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL). Firrial Eksa Maulidania Putri menjadi salah satu peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan tergabung dalam kelompok tiga.
Kepada tim UNAIR NEWS, Firrial menyampaikan bahwa ia bersama timnya akan melangsungkan PKL tersebut hingga Rabu (7/2/2024) di Kabupaten Banyuwangi. Tema besar dalam PKL mereka adalah Gandrung AYU: Gerakan Aksi Nyata dalam Upaya Pencegahan Hipertensi dengan Ayo, Yakin, dan Utamakan.
Salah satu program utama dari kegiatan PKL mereka adalah sosialisasi mengenai pencegahan hipertensi. Sosialisasi itu bertujuan untuk membangun pengetahuan masyarakat terhadap hipertensi dan bahayanya sebagai penyakit silent killer atau pembunuh diam-diam.
“Kegiatan sosialisasi ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai hipertensi. Selain itu juga memberikan pemahaman bahwa pencegahan hipertensi jauh lebih baik daripada harus menjalani pengobatan terus menerus,” jelas Firrial dalam sesi wawancara pada Kamis (25/1/2024).
Sosialisasi Tiga Dusun
Sosialisasi yang mereka laksanakan selama tiga hari berlangsung secara komprehensif dan menyeluruh di Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Di desa itu, terdapat tiga dusun yang menjadi sasaran sosialisasi, yakni Dusun Pesucen, Dusun Krajan, dan Dusun Bedengan.
“Pertama, di Dusun Pesucen berlangsung pada hari Kamis (18/1/2024) di Musholla Darussolah. Kedua, di Dusun Krajan pada hari Jumat (19/1/2024) di Masjid Baitul Muttaqien. Ketiga, ada di Dusun Bedengan pada hari Sabtu (20/1/2024) di rumah Kader Kesehatan Bu Hainiyah,” rincinya.
Masing-masing dusun tersebut mendapatkan sosialisasi yang berbeda dan terbagi dengan satu hari untuk satu dusun. Menurut Firrial, tujuan pembedaan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh pada masyarakat yang ada di masing-masing dusun.

Kegiatan Sosialisasi
Selama sosialisasinya, mereka bukan hanya memperkenalkan apa itu penyakit hipertensi, melainkan juga gejala, faktor risiko, hingga cara pencegahannya. Firrial melihat dengan jelas antusiasme masyarakat ketiga dusun dengan hadirnya lebih dari 50 peserta dan interaksi aktif mereka selama kegiatan.
Narasumber yang hadir untuk mengisi sosialisasi tersebut ialah mahasiswa Kesehatan Masyarakat FIKKIA UNAIR Avila Abilia Azahara dan Oktario Dinansa Khoir. Selain itu, hadir juga pihak Puskesmas Desa Licin Achmad Arifin AMd Kep guna menambah wawasan berdasarkan kiprahnya dalam dunia kesehatan.
“Forum sosialisasi hipertensi tersebut membuka ruang diskusi yang nyaman untuk berbagi dan belajar mengenai pentingnya mencegah dan mengelola hipertensi,” kata Firrial.
Satu interaksi peserta yang ia ingat adalah ketika mereka bertanya mengenai tips mencegah hipertensi dan cara agar tetap semangat menjalaninya. Avila, salah satu pembicara dalam sosialisasi, mengatakan jika keluarga merupakan penopang semangat utama karena merekalah yang selalu menunggu di rumah.
“Tentunya dengan kita selalu menjaga kesehatan, menjaga pola makan dengan membatasi penggunaan garam, gula, dan lemak, nggih, Bapak Ibu. Selalu ingat bahwa ada keluarga yang menanti kita di rumah. Maka dari itu, kita harus selalu semangat untuk menumbuhkan semangat hidup sehat,” ujar Avila.
Mewakili timnya, Firrial berharap agar sosialisasi mereka dapat menggugah semangat masyarakat di sana untuk senantiasa hidup bersih dan sehat. Satu pedoman gaya hidup yang mereka tanamkan pada masyarakat di tiga dusun tersebut terangkum dalam sebuah akronim “Cerdik”.
“Cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, istirahat cukup, dan kelola stres sebagai upaya untuk pencegahan hipertensi,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Badrul Anwar
Editor: Nuri Hermawan





