UNAIR NEWS – Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga (UNAIR) berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kegiatan Magang Mengajar di SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik. Kegiatan yang berlangsung pada 1 Agustus–9 Oktober 2026 ini melibatkan mahasiswa Program Studi Kimia UNAIR dalam pelaksanaan pembelajaran interaktif serta pengembangan bahan ajar bagi siswa sekolah menengah atas.
Kegiatan diawali dengan masa pengenalan lingkungan sekolah yang dibimbing oleh Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, Ulyatun Nikmah, M.Pd., serta guru Kimia, Nanik Rahmawati, M.Si. Pada tahap ini, mahasiswa mengamati kondisi pembelajaran di kelas, fasilitas yang tersedia, serta karakteristik siswa, mulai dari cara mereka menerima materi hingga tingkat keaktifan saat pelajaran berlangsung. Pengenalan ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menyesuaikan cara mengajar dengan kebutuhan siswa. Setelah itu, mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar dengan menyampaikan materi di depan kelas, memfasilitasi diskusi agar siswa dapat saling bertukar pendapat, dan menyediakan sesi tanya jawab bagi siswa yang masih kesulitan memahami konsep tertentu.
Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, mahasiswa juga menerapkan metode pembelajaran berbasis games. Metode ini dipilih untuk mengurangi kesan monoton dan membuat siswa lebih antusias mengikuti pelajaran. Melalui permainan yang dikaitkan dengan materi, siswa terdorong untuk aktif menjawab, berdiskusi, dan bekerja sama dengan teman, sehingga proses belajar terasa lebih menyenangkan sekaligus tetap bermakna.
Tidak hanya berperan sebagai pengajar, mahasiswa juga menyusun modul pembelajaran kimia untuk siswa SMA. Penyusunan modul ini berangkat dari kebutuhan siswa akan materi yang lebih terstruktur dan mudah dipahami. Harapannya, modul tersebut bisa menjadi sumber belajar tambahan yang bermanfaat, baik untuk belajar mandiri maupun sebagai pendukung kegiatan di kelas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar secara langsung, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna. Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan bahan ajar, serta terciptanya kesempatan belajar yang inklusif dan berkualitas bagi siswa.
Kegiatan Magang Mengajar ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan serta menumbuhkan minat belajar dan kemampuan berpikir kritis generasi muda.
