UNAIR NEWS – Tim pengabdian masyarakat Magister Kajian Sastra dan Budaya (MKSB) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar workshop dengan tajuk self narrative. Kegiatan tersebut berlangsung di SMPN 4 Tosari Pasuruan pada Kamis (3/10/24). Fokus acara ini untuk melatih siswa SMP di Tosari dalam memperkuat identitas diri lewat penulisan narasi diri.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa MKSB memberikan edukasi agar siswa dapat mengungkap identitas diri dan budaya mereka sebagai bagian dari masyarakat Adat Tengger. Penulisan narasi diri menjadi media yang penting untuk memperkuat jati diri dan akar budaya di tengah berbagai tantangan yang ada.
Refleksi Identitas Diri Lewat Foto
Acara berawal dengan pra-workshop di mana setiap siswa mengumpulkan tiga hingga lima foto yang menggambarkan kehidupan sehari-hari atau unsur elemen budaya penting. Kemudian acara berlanjut dengan arahan kepada siswa untuk menuliskan narasi yang menceritakan isi dari foto yang siswa kumpulkan. Siswa akan belajar menghubungkan pengalaman visual dengan narasi pribadi.
Kepala sekolah SMPN 4 Tosari Ummu Fikriyah mengungkapkan bahwa kolaborasi sekolah dengan mahasiswa Magister Kajian Sastra dan Budaya UNAIR bertujuan untuk memberi pelatihan literasi bagi siswanya. Harapannya melalui kegiatan ini, siswa mampu menulis dengan fokus kehidupan dan keseharian masyarakat Tosari.
“Secara daring sejak dua bulan belakangan, kami sering membicarakan pelatihan ini dengan MKSB. Luar biasa untuk hasilnya anak-anak sangat antusias dan disiplin dalam mengumpulkan foto-foto di sekitar mereka sesuai penugasan di awal,” ucapnya.

Harapan
Koordinator Prodi Magister Kajian Sastra dan Budaya UNAIR, menjelaskan bahwa workshop self narrative menjadi bagian pengabdian masyarakat dari mahasiswa. Tujuan acara ini adalah untuk memperkuat identitas masyarakat Tengger. Ia juga merasa senang dengan antusias siswa yang banyak bertanya terkait penulisan diri.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi program berkelanjutan dan dapat berdampak positif bagi siswa SMPN 4 Tosari dan masyarakat Tengger. “Harapan dari acara ini mereka dapat menuliskan identitas diri sendiri karena selama ini yang menulis sejarah dan budaya Tengger justru bukan dari masyarakat Tengger sendiri melainkan orang lain,” jelasnya.
Penulis: Ersa Awwalul Hidayah
Editor: Edwin Fatahuddin





