UNAIR NEWS – Tim mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi yang luar biasa di panggung internasional. Tim ini beranggotakan Satyalaksmi Aisya Kautsarani, Angelina Marita Putri, Keisha Syahla Amelia, Khailila Arumdapta, dan Nadiyah Naila Salsabila. Kelima mahasiswa tersebut berasal dari program studi Psikologi UNAIR angkatan 2023. Atas hasil dedikasi dan kerja keras dari tim mahasiswa psikologi ini, mereka berhasil menyabet Silver Medal pada ajang MJIIX International Research and Innovation Competition 2026 (MJIIX IRIC 2026).
Ajang kompetisi internasional ini diselenggarakan oleh Malaysia-Japan International Institute of Technology (MJIIT), Universiti Teknologi Malaysia (UTM) di UTM Hotel and Residence, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Senin (28/9/2026). MJIIX IRIC 2026 merupakan salah satu bagian dari rangkaian pameran Malaysia-Japan Industrial & Innovatioan Expo (MJIIX). Visi utama dari kompetisi ini adalah untuk memantik kreativitas, inovasi, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, mitra industri, dan inovator.
Peserta dari MJIIX IRIC 2026 terdiri atas berbagai macam partisipan, mulai dari mahasiswa sarjana dan pascasarjana hingga ilmuwan dari berbagai macam institusi dan bidang. Mereka berlomba-lomba untuk menampilkan proyek teknologi inovatif yang dapat menjawab tantangan yang ada di tengah masyarakat dan industri saat ini. Dalam kompetisi ini, terdapat beberapa kategori yang dapat diikuti oleh partisipan. Tim mahasiswa psikologi UNAIR memilih untuk terjun ke dalam kategori Social Innovation dengan mencetuskan platform digital bernama MudaPulih.
Berangkat dari Urgensi Rumah Aman di Lapangan
MudaPulih merupakan e-modul berbasis aplikasi mobile yang dikembangkan khusus untuk menjadi panduan bagi pengelola rumah aman di Indonesia dalam membina dan menumbuhkan resiliensi anak-anak korban kekerasan seksual di Indonesia. Gagasan ini dilatarbelakangi dari data temuan di lapangan tentang terbatasnya program yang terstruktur bagi anak dampingan di rumah aman, yang sering kali berdampak pada rendahnya resiliensi mereka setelah menyelesaikan masa pendampingan. Padahal, urgensinya semakin nyata karena jumlah anak perempuan korban kekerasan seksual semakin meningkat setiap tahunnya.
Guna menjawab persoalan tersebut, aplikasi MudaPulih memadukan landasan teoretis Resilience Portfolio Model (RPM) dengan panduan praktis dari WHO yang bernama Life Skills Education (LSE). Kedua landasan MudaPulih tersebut sudah terbukti dapat membantu meningkatkan resiliensi pada korban kekerasan. Inovasi ini tidak hanya fokus pada pemulihan trauma dan resiliensi, tetapi juga dapat mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 5 (Gender Equality). Inovasi ini dapat diakses prototipenya melalui tautan https://bit.ly/PrototypeMudaPulih.
Prestasi Internasional Pertama Tim
Keberhasilan dalam meraih penghargaan internasional pertama ini, menjadi pengalaman sekaligus momentum berharga bagi kelima mahasiswa psikologi angkatan 2023 tersebut. Selain menjadi langkah awal bagi pengembangan karier, penghargaanyang diperoleh diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata mahasiswa UNAIR dalam menghadirkan inovasi sosial berbasis psikologi dan teknologi yang berdampak bagi pengelola rumah aman di Indonesia.
“Ini merupakan pengalaman yang sangat berkesan karena menjadi kompetisi internasional pertama kami. Kami berharap inovasi MudaPulih dapat memberikan dampak positif bagi almamater Universitas Airlangga serta menjadi stepping stone yang berarti bagi karier kami ke depannya,” ungkap Nadiyah Naila Salsabila.
Pencapaian ini menjadi langkah awal bagi tim untuk terus mengembangkan MudaPulih sebagai inovasi sosial berbasis psikologi dan teknologi. Kedepannya, MudaPulih diharapkan tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi dapat terus disempurnakan dan dikembangkan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi rumah aman serta anak-anak korban kekerasan seksual di Indonesia.
Penulis: Satyalaksmi Aisya Kautsarani
Editor: Yulia Rohmawati
