UNAIR NEWS – Kabar membanggakan kembali datang dari Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR). Mereka adalah Rosinta Dewi Anggraeni dari Farmasi; Adela Febry Widiana dan Ghais Riziq Azriel dari Teknologi Hasil Perikanan; Given Exaudi Girsang dan Arifianti dari Kedokteran; Wildan Abdil Farel dan Firzyawan Lystanto Putra dari Kedokteran Hewan. Mereka meraih golden award pada World Young Inventors Exhibition dengan menginisiasi inovasi gel penumbuh bulu kucing berbahan tulang ikan tenggiri. Lomba ini terselenggara di Kuala Lumpur Convention Center, Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu (31/5/2025).
Isu Kesehatan Hewan
Sebuah terobosan baru dalam perawatan hewan peliharaan dan pengelolaan limbah lingkungan telah digagas oleh Tim UNAIR. Mereka mengembangkan Eco-Friendly Hair Tonic Gel khusus untuk hewan kucing. Produk ini menawarkan solusi ganda untuk mengatasi masalah alopecia (kerontokan bulu parah) pada kucing dan pemanfaatan limbah tulang ikan tenggiri yang selama ini belum optimal.

Produk ini bertujuan untuk menjawab dua isu utama. Tim UNAIR melihat lebih dari 14 persen kucing di Indonesia, atau sekitar 400.585 ekor, mengalami alopecia akibat berbagai faktor seperti medis, perilaku, dan psikogenik. “Gejala yang sering kami temui meliputi kebotakan hingga 50 persen di area wajah atau kepala, gatal berlebihan, dan bahkan gangguan pencernaan. Semuanya bisa disebabkan oleh faktor medis, perilaku, maupun psikogenik,” jelas Wildan Abdil Farel mewakili tim.
Keberlanjutan Lingkungan
Selain fokus pada kesehatan hewan, MOOEW juga mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan. Limbah tulang ikan tenggiri yang melimpah seringkali tidak termanfaatkan, sementara produk perawatan hewan yang ada di pasaran banyak yang masih mengandalkan bahan kimia seperti minoksidil. Bahan-bahan ini tidak hanya berisiko menyebabkan iritasi kulit pada hewan, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem. Dengan memanfaatkan limbah tulang ikan dan bahan alami, MOOEW menawarkan alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan.
“Ketika lomba Internasional keunikan lokal harus disuguhkan di panggung global. Seperti inovasi kami yang berasal dari limbah ikan tenggiri. Ide sederhana tetapi pemecahan masalah serta solusi memikat hati juri. Selain itu kerjasama tim harus baik agar kolaborasi lancar. Dan tetap nikmati proses,” terang Wildan.
Penulis: Arifatun Nazilah
Editor: Yulia Rohmawati





