UNAIR NEWS – Mahasiswa Lintas Program Studi (PRODI) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Mereka berhasil meraih Gold medals, dari 1300+ perserta dalam ajang ASEAN Virtual Student Opinion Competition (AVISOC) 2025 kategori Poster Competition. Kompetisi tersebut berlangsung pada (20/11/1015) Universitas Brawijaya, Malang, oleh Faculty of Administrative Science Universitas Brawijaya, bekerja sama dengan International Relations Office (IRO) FIA UB dan International Office Universitas Brawijaya (IOUB).
Mengangkat Isu Ekonomi Digital dan Peran Pemuda
Tim UNAIR terdiri dari Faradina Amalia Citra (FV) bersama dua rekannya, Lusy Ayunda Lestari (FIB) dan Endita Maharani (FISIP). Pada tahun ini, AVISOC mengangkat tema besar “Fostering ASEAN Youth Innovation in Business, Public Service, Education, and Climate Action.” Faradina dan tim memilih bidang Business melalui karya poster berjudul “Empowering ASEAN Youth in Digital Entrepreneurship and Startup Growth: Fostering Innovation, Collaboration, and Economic Growth Across Southeast Asia.”
Melalui karyanya, Faradina mengangkat isu literasi digital, kesiapan ekonomi negara-negara ASEAN, serta tantangan pengembangan UMKM digital. Ia menilai bahwa pemuda memiliki potensi besar sebagai pendorong pertumbuhan startup dan inovasi digital kawasan. “ Lewat poster ini saya ingin menunjukkan potensi besar itu sekaligus mengangkat masalah seperti literasi digital, akses internet, dan tantangan UMKM digital yang masih harus diperbaiki,” ujar Faradina..
Proses Persiapan dan Tantangan Kompetisi
Proses penyusunan karya bermula dengan mengumpulkan data tentang ekonomi digital ASEAN, serta perancangan visual yang komunikatif. Mereka juga menyiapkan diri menghadapi sesi wawancara dengan memperdalam materi yang berkaitan dengan inovasi bisnis digital regional
Selama persiapan kompetisi, Lusy menceritakan tantangan terbesar yang dihadapi adalah menyederhanakan informasi kompleks mengenai ekonomi digital ASEAN ke dalam satu poster tanpa mengurangi substansi ilmiah. Selain itu, persaingan ketat dari 1.300+ karya peserta internasional turut menjadi tantangan tersendiri.
“Dalam mempersiapkan poster yang menarik, saya memecah informasi menjadi bagian-bagian kecil seperti latar belakang, nilai ekonomi digital, peran pemuda, manfaat, kesimpulan dan memastikan semua data yang saya cantumkan adalah benar,” lanjut Lusy.
Motivasi dan Strategi Meraih Prestasi
Keinginan yang kuat, mendorong mereka untuk memberanikan diri mencoba pengalaman baru di tingkat internasional. Tidak hanya itu, Endita juga menjelaskan bahwa keinginannya untuk mengembangkan diri, dan menyumbangkan karyanya sebagai kontribusi kecil dalam menghadapi isu aktual, menjadi motivasi utama mengikuti AVISOC 2025.
“Yang terpenting, kami menargetkan sebuah karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi memiliki relevansi kuat dan memenuhi kriteria penilaian juri,” tegas Endita.
Prinsip yang selalu mereka pegang adalah ‘Tidak harus sempurna, tapi harus maksimal.’ Melalui persiapan mendalam, penggunaan data valid, serta strategi visual yang tepat, Tim UNAIR berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat internasional.
Pesan untuk Mahasiswa UNAIR
Faradina selaku ketua tim berharap mahasiswa UNAIR tidak ragu untuk mulai mencoba hal baru, termasuk mengikuti kompetisi nasional maupun internasional.
“Jangan menunggu sampai merasa benar-benar siap. Kesiapan justru terbentuk saat kita mulai terjun langsung. Kompetisi bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang proses berkembang, keberanian, dan pengalaman baru,” pungkas Faradina.
Penulis: Muhammad Nabil Fawaid
Editor: Ragil Kukuh Imanto





