UNAIR NEWS– Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) yang diketuai oleh Al Davi Muhammad Azriel Firdaus, bersama anggota Laras Artanti Nabilah dan Zahrani Dwi Aryanti, berhasil meraih prestasi membanggakan dengan menyabet Juara 2 dalam Lomba Scientific Paper pada ajang nasional Indonesian Medical Students Training and Competition (IMSTC) 2026. Keberhasilan ini mereka raih pada babak final yang berlangung pada Sabtu (07/02/2026).
Kompetisi IMSTC 2026 ini diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, dengan tema SUNRISE: “Strengthening Unity and Nurturing Resilience Through Health Innovation for Sustainable Empowerment.” Lomba ini mencakup lima kategori, yaitu Scientific Paper, Scientific Poster, Public Poster, Videography, dan Photography, yang diikuti oleh mahasiswa kedokteran dari berbagai universitas di Indonesia.
Awal Mula Keikutsertaan
Zahrani Dwi Aryanti, salah satu anggota tim, menceritakan pengalaman mereka dalam mengikuti lomba tersebut. “Kami bertiga tergabung dalam organisasi AMSA-Unair dan mengikuti sosialisasi terkait lomba IMSTC ini. Kami tertarik karena lomba ini tingkatannya nasional, dan ada banyak kategori yang bisa dipilih. Tentu, kami yang sudah saling mengenal dan beberapa kali bekerja sama dalam tim akhirnya memutuskan untuk mendaftar dengan mengirimkan paper berupa systematic review. Awalnya sempat ragu karena hanya bertiga dan kami semua angkatan 2025, tapi Alhamdulillah kami lolos hingga final.” ujarnya penuh syukur.
Persiapan Menuju Final
Zahrani juga menjelaskan persiapan mereka menjelang final, “Di final, kami mempersiapkan presentasi dan sesi tanya jawab sebaik mungkin. Dari pihak AMSA sendiri juga ada program pelatihan untuk delegasi lomba, jadi kami bisa latihan dan mempersiapkan diri lebih matang. Ketika perlombaan berlangsung, kami berusaha tampil maksimal di hadapan para juri dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Alhamdulillah, kami berkesempatan meraih Juara 2, di antara 10 finalis yang sudah berpengalaman.”
Tentu saja, keberhasilan ini tidak datang tanpa tantangan. Zahrani menambahkan, “Kami menghadapi kendala, terutama dari segi waktu dan pengalaman. Waktu pengumpulan karya hanya 1-2 minggu, jadi kami hanya bisa melakukan secondary research dan memutuskan untuk memilih systematic review sebagai topik. Tidak ada dari kami bertiga yang sebelumnya pernah membuat systematic review, jadi kami banyak belajar secara mandiri, bertanya kepada kakak tingkat, dan membaca berbagai jurnal sebagai referensi untuk menyelesaikan paper tersebut.”
Pengalaman Seru
Selain kompetisi, acara IMSTC juga memberikan berbagai pengalaman menarik lainnya. Zahrani menambahkan, “Rundown acara tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga ada berbagai hiburan dan acara bermanfaat seperti talkshow, workshop, dan social hour. Semua kegiatan tersebut seru-seru dan memberikan wawasan tambahan. Kami merasa senang dan bersyukur bisa berkesempatan mengikuti IMSTC. Acara ini lebih dari sekadar lomba, dan menjadi pengalaman pertama yang akan selalu kami ingat. Kami juga banyak belajar untuk persiapan lomba-lomba lainnya di masa depan.”
Penulis: Saffana Raisa Rahmania
Editor: Ragil Kukuh Imanto





