UNAIR NEWS – Dibalik dari segala penemuan diperlukan kesungguhan dalam melakukannya. Kelompok Studi Insekta dari Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Airlangga (UNAIR) lakukan riset lapangan pada Sabtu (18-23/7/2026) di bawah naungan Kelompok Studi Insecta Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMBIO) UNAIR. Tim riset kelompok Thysanoptera berhasil menemukan seekor kupu-kupu raja Troides helena. Penemuan tersebut bertempat di Resort Sukamade, Taman Nasional Meru Betiri, Banyuwangi.
Kegiatan itu dilakukan untuk memenuhi agenda Pelatihan dan Pengembangan Penelitian Lapangan (P3L) yang dilakukan setiap tahun oleh Himpunan Mahasiswa Biologi. Tim Thysanoptera tersebut beranggotakan 12 orang. Tim ini berfokus pada studi serangga polinator atau penyerbuk dengan melakukan pengamatan komparatif di dua zona ekosistem berbeda, yaitu kawasan perkebunan dan hutan pantai.
Satwa yang Dilindungi
Penemuan ini tidak terbilang biasa karena jenis dari kupu-kupu raja Troides helena yang langka untuk ditemukan.
“kupu-kupu raja ini kami temukan pada saat sedang menghisap nektar bunga. Kupu-kupu ini spesial karena merupakan salah satu kupu-kupu berukuran besar yang tergolong langka dan dilindungi di Indonesia,” ujar Tamara Khalilah selaku ketua Kelompok Penelitian Thysanoptera.
Tamara menjelaskan bahwa spesies itu ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018. Selain itu, Troides helena juga tercantum dalam Appendix II CITES sehingga perdagangan internasionalnya diawasi secara ketat.

Indikator Ekosistem Sehat
Tamara menyampaikan bahwa temuan tersebut menunjukkan kondisi habitat di Resort Sukamade masih terjaga dengan baik dan mampu mendukung keberadaan satwa liar yang sensitif terhadap perubahan lingkungan.
“Keberadaan Troides helena menjadi indikator penting bahwa ekosistem hutan di Taman Nasional Meru Betiri masih memiliki kualitas habitat yang baik. Kami berharap temuan ini dapat menjadi tambahan data keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian serangga dan habitatnya,” ujarnya.
Melalui kegiatan P3L ini, mereka berharap dapat menjadi tempat pembelajaran lapangan yang tepat khususnya bagi mahasiswa Program Studi Biologi. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan identifikasi, penelitian, dan dokumentasi keanekaragaman hayati.
“Kami berharap dari kegiatan yang berlangsung selama enam hari ini juga dapat menghasilkan data yang dapat mendukung upaya konservasi satwa liar di kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Kedepannya juga semakin banyak penelitian mengenai keanekaragaman serangga di Indonesia serta meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pelestarian habitat alami,” papar Tamara.
Penulis: Fauziah Kandela, Achai Ridho Dhavita
Editor: Khefti Al Mawalia





