UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali raih prestasi. Kali ini, mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR, Ayu Zahra Hefnitasari sukses raih posisi Runner Up 1 dalam kompetisi bergengsi Duta Muslimah Entrepreneur yang digelar oleh IPEMI dan Duta Muslimah Entrepreneur Surabaya.
Pada acara yang berlangsung di Atrium Royal Plaza Surabaya pada Minggu (7/12/2025) itu, Ayu berhasil menaklukkan proses seleksi ketat. Ia mengungkapkan ketertarikannya pada kompetisi ini berawal dari keinginannya untuk mengembangkan potensi diri sebagai seorang muslimah dan mahasiswi yang muda yang produktif.
“Saya melihat kompetisi ini bukan hanya ajang tampil, tetapi wadah untuk belajar, bertumbuh, dan membawa manfaat bagi sesama. Saya ingin menunjukkan bahwa muslimah bisa berkarya dengan nilai-nilai Islam yang tetap dijaga. Itulah yang menjadi motivasi terbesar saya untuk ikut serta,” ungkapnya.
Muslimah Muda Berdaya
Pasca kemenangan ini, Ayu tak berhenti hanya dengan berpuas diri. Ia telah menyiapkan rencana konkret demi mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang telah ia raih. Bertajuk “Muslimah Muda Berdaya”, ia ingin menciptakan dampak sosial yang luas bagi kaum perempuan.
“Ini adalah rangkaian pelatihan dan mentoring bagi remaja putri dan mahasiswi yang ingin memulai usaha namun masih bingung langkah awalnya. Fokusnya adalah literasi bisnis sederhana, pengelolaan keuangan, dan pengembangan karakter. Saya juga ingin memperkuat jejaring komunitas entrepreneur muslimah di kampus sebagai ruang kolaborasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga berencana mengembangkan proyek produk eco-halal yang ramah lingkungan berbasis bahan natural yang sejalan dengan nilai keberlanjutan dan prinsip halal. “Sebagai mahasiswi Biologi, saya ingin menggabungkan ilmu sains dengan bisnis, misalnya membuat produk organik sederhana bersama ibu rumah tangga atau remaja perempuan sehingga mereka mendapatkan penghasilan sekaligus ilmu baru,” ucapnya.
Berani Wirausaha
Melalui perjalanannya, ia berharap dapat menginspirasi seluruh mahasiswa UNAIR. Ia ingin menunjukkan bahwa berusaha bukan berarti mengorbankan akademik atau identitas sebagai muslimah. “Justru dengan manajemen waktu yang baik dan prinsip hidup yang kuat, kita bisa menjalani semuanya secara seimbang. Saya ingin menjadi contoh bahwa perempuan muslim bisa maju, mandiri, dan tetap menjunjung nilai-nilai Islam,” harapnya.
Pada akhir, ia berpesan kepada mahasiswi yang masih ragu dalam melangkah untuk percaya pada kemampuan diri dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. “Lingkungan UNAIR sangat mendukung pengembangan diri, jadi manfaatkan sebesar mungkin. Percayalah, setiap langkah kecil hari ini bisa menjadi pencapaian besar di masa depan,” pesannya.
Penulis: Mohammad Adif Albarado
Editor: Ragil Kukuh Imanto





