Dalam era variasi dan inovasi, pasar minuman teh telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Ragam produk, keberagaman rasa, serta manfaat kesehatan dan lingkungan menjadi poin-poin kunci dalam analisis ini. Untuk menjaga momentum pertumbuhan, produsen perlu terus beradaptasi dengan preferensi konsumen dan berkontribusi pada perkembangan pasar yang berkelanjutan. Dengan demikian, minuman teh akan terus menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern. Berbagai produk teh telah beredar di masyarakat mulai dari yang bentuknya serbuk hingga yang produk teh yang sudah siap diminum baik dalam kemasan botol maupun dalam kemasan kotak. Minuman teh dalam kemasan siap minum sangat praktis dan nyaman. Ini cocok untuk orang yang memiliki gaya hidup yang sibuk atau dalam situasi di mana akses ke teh panas segar mungkin terbatas.
Kemasan yang mudah dibawa juga memungkinkan konsumen untuk menikmati teh di mana saja dan kapan saja. Minuman teh dalam kemasan siap minum seringkali merupakan alternatif yang lebih sehat dibandingkan minuman bersoda atau berenergi. Mereka sering memiliki lebih sedikit gula dan kalori, sehingga dapat membantu dalam menjaga pola makan yang seimbang. Di dalam minuman teh terdapat kandungan senyawa yang disebut (-)-epigallocatechin gallate (EGCG). EGCG ini merupakan senyawa kimia bersifat antioksidan yang sangat kuat dan kandungannya sangat tinggi dalam daun teh (Camellia sinensis). EGCG dalam teh terbukti melancarkan aliran darah, mencegah penyakit kardiovaskular, menghilangkan berbagai racun, meningkatkan daya tahan terhadap berbagai penyakit, serta manfaat lain yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Akan tetapi aktivitas dan manfaat EGCG dapat mengalami penurunan dan perubahan selama kondisi penyimpanan. Pertanyaannya apakah teh dalam kemasan minuman siap saji masih memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan? Banyak faktor yang dapat berkontribusi terhadap stabilitas EGCG ini, seperti suhu dan lama penyimpanan. Pada penelitian kali ini difokuskan untuk mempelajari stabilitas EGCG dalam kemasan cair siap saji selama penyimpanan pada suhu rendah (8°C) maupun suhu kamar (25oC) menggunakan peralatan canggih High Performance Liquid Chromatography (HPLC).
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kadar EGCG yang terdapat pada kemasan cair siap saji yang disimpan selama 32 jam di dalam kulkas bersuhu 8°C mengalami penurunan sebesar 20,11%, sedangkan yang disimpan pada suhu kamar (suhu 25°C) kadar EGCG nya mengalami penurunan sebesar 26,73%. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara penurunan kadar EGCG pada produk minuman instan teh yang disimpan pada lemari es (8 °C) dan penyimpanan pada suhu kamar 25 °C. Oleh karena itu, agar manfaat minum teh masih dimiliki oleh teh kemasan siap saji dalam keadaan cair, maka sebaiknya teh disimpan dalam lemari es. Selain rasanya yang lebih segar, kandungan EGCG nya juga relatif lebih stabil.
Penulis: Djoko Agus Purwanto
Jurnal: Stability of (-)- Epigallocatechin Gallate (EGCG) in Green Tea Instant Beverage Product Using High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Method





