UNAIR NEWS – Proses pembelajaran tidak lagi terbatas pada ruang kelas. Sebanyak 17 mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), Universitas Airlangga (UNAIR) mengikuti program Student Mobility di Department of Aquaculture, Faculty of Agriculture, Universiti Putra Malaysia (UPM) pada 29 Juli-2 Agustus 2026. Program ini menghadirkan pengalaman belajar yang mendorong keseimbangan antara teori, praktik, kreativitas, dan inovasi.
Sambutan Hangat dan Diskusi Interaktif Lintas Negara
Selama agenda akademik berlangsung, Ts Dr Muhammad Azfar Ismail selaku dosen Department of Aquaculture UPM menyambut hangat kedatangan delegasi FPK UNAIR. Ia memperkenalkan sistem pembelajaran UPM yang membekali mahasiswanya dengan praktikum lapangan serta dasar-dasar riset sejak awal jenjang sarjana. Pendekatan dirancang bukan sekadar untuk penguasaan materi. Melainkan untuk membentuk pola pikir kritis dan kreatif sebagai bekal menuju jenjang studi yang lebih tinggi.
Mahasiswa juga berkesempatan berdiskusi secara interaktif dengan Aquaculture Club UPM yang memperkenalkan berbagai program unggulannya. Mulai dari pengembangan wirausaha (aqua preneurship), aksi gotong royong lingkungan kampus, kolaborasi bersama alumni, hingga kegiatan mobilitas internasional. Diskusi ini menjadi wadah pertukaran pengalaman sekaligus mempererat jejaring antar mahasiswa perikanan lintas negara.
Practical Course hingga Jelajah Budaya
Selain sesi materi di kelas, delegasi FPK UNAIR juga mengikuti practical course pembuatan keropok lekor atau pempek bersama dosen dan mahasiswa Aquaculture Club UPM. Sebelum dimulai, peserta memperoleh penjelasan mengenai bahan baku, karakteristik produk, hingga tahapan pembuatannya. Dengan pendampingan langsung oleh Dr Azfar, suasana pembelajaran berlangsung interaktif dan komunikatif. Melalui praktik ini, mahasiswa terdorong untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menciptakan nilai tambah produk hasil perikanan.
Kebersamaan antara delegasi FPK UNAIR dan civitas akademika UPM terus berlanjut hingga momen jelajah budaya. Melalui kehadiran civitas academica UPM di luar jam akademik, delegasi FPK UNAIR berkesempatan bertukar pikiran secara leluasa mengenai kehidupan perkuliahan hingga tradisi budaya Malaysia dalam suasana santai dan hangat.
Mengeksplorasi Teknologi Budidaya Modern UPM

Melengkapi eksplorasi akademik di UPM, delegasi FPK UNAIR mengunjungi Plant Factory UPM guna mempelajari penerapan teknologi budidaya modern berbasis iklim tropis. Mahasiswa mengamati secara langsung terkait sistem suhu, cahaya, karbondioksida, kelembapan, dan nutrisi yang dikendalikan secara optimal. Tidak hanya itu, kunjungan dilanjutkan ke Aquaculture Demonstration Site serta jajaran makmal atau laboratorium riset untuk mengenal lebih dekat fasilitas pembelajaran yang dimiliki UPM.
Menurut Dr Azfar, pembelajaran di perguruan tinggi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis serta kreativitas dalam mengembangkan ide. “Mahasiswa tidak boleh berhenti pada pemahaman teori dasar. Melainkan harus terus mengeksplorasi berbagai peluang inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat maupun industri perikanan,” katanya.
Pesan itu turut dirasakan langsung oleh Nindria Risdiani Safitri selaku koordinator peserta Student Mobility. Menurutnya, melalui program tersebut mahasiswa FPK tidak hanya berhasil perluas wawasan berbasis internasional tetapi juga perkuat pola pikir inovatif. “Harapannya, program ini terus memperkokoh jejaring internasional FPK UNAIR sekaligus membuka peluang kolaborasi riset dan akademik yang lebih luas di tingkat global,” ujarnya.
Penulis: Bethari Sri Indrajayanti
Editor: Yulia Rohmawati





