Universitas Airlangga Official Website

Menangani Kanker Kolorektal dengan Dukungan Spiritual

ilustrasi kanker (foto: dok isitimewa)

Kanker adalah penyakit yang menyebabkan pertumbuhan abnormal pada jaringan tubuh dan dapat memengaruhi organ di sekitarnya. Di seluruh dunia, semakin banyak orang yang menderita kanker. Berdasarkan data sekunder dari catatan medis di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta untuk periode 2013-2021, terungkap bahwa kejadian kanker kolorektal lebih tinggi pada pria, usia lanjut, dengan keluhan berupa perubahan pola buang air besar, histopatologi tipe sel epitel (adenokarsinoma), lokasi di sebelah kiri, stadium IV, serta pengobatan yang paling umum adalah pembedahan. Tingkat kelangsungan hidup 2 tahun adalah 20,8%. Kualitas hidup pasien kanker kolorektal tergolong rendah dan memerlukan pengobatan yang optimal. Salah satu dampaknya adalah gangguan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk aktivitas emosional, psikologis, dan spiritual. Selama tahap pemulihan pasien kanker kolorektal, kualitas hidup pasien menurun akibat kondisi fisik yang lemah dan pikiran yang bingung. Meskipun sebagian besar pasien mendapatkan kunjungan, kualitas hidup mereka tetap menurun selama tahap pemulihan karena kondisi fisik yang lemah dan kebingungan pikiran, meskipun sebagian besar pasien dikunjungi dan diperhatikan oleh perawat di rumah. 

Dalam tinjauan literatur ini, empat basis data (Scopus, CINAHL, PubMed, dan Proquest) digunakan untuk mencari artikel yang dibutuhkan. Proses pelacakan dan seleksi data mencakup masalah penelitian, kelompok yang diteliti, intervensi, dan hasil yang akan diukur. Proses seleksi dan analisis melibatkan penetapan kriteria inklusi, yaitu artikel yang lengkap, subjek penelitian untuk kanker kolorektal, dan intervensi yang dilakukan, yaitu bantuan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien kanker kolorektal telah meningkat di sektor kesehatan. Kriteria eksklusi meliputi artikel selain dalam bahasa Inggris, artikel penelitian sebelum tahun 2018, dan artikel yang tidak dapat diakses secara bebas. 

Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan 1.288 artikel dari empat basis data, yaitu Scopus: 205 artikel; EBSCO: 114 artikel; Web of Science: 302 artikel; dan ProQuest: 667 artikel. Selanjutnya, pencarian spesifik dilakukan menggunakan kata kunci yang dikombinasikan dengan Boolean “AND” dan “OR”. Kata kunci dengan PICO mencakup populasi (penderita kanker kolorektal), intervensi (dukungan), perbandingan (perbandingan umum), dan hasil (risiko kanker serta kondisi klinis pasien). Sebanyak 25 artikel dianalisis menggunakan Rayyan dan secara manual oleh penulis sesuai dengan kriteria inklusi. Dukungan spiritual memberikan rasa damai, semangat, dan ketenangan kepada pasien, sehingga mereka dapat menjalani proses pengobatan dengan optimisme. Intervensi spiritual dilakukan melalui meditasi, mendengarkan musik, mindfulness, dan konseling. Pendampingan spiritual memungkinkan pasien menjalani kehidupan yang lebih sehat, santai, dan penuh penyerahan. Hal ini terjadi karena ada hubungan yang semakin kuat dengan sesuatu yang transendental (Tuhan). Penting untuk diingat bahwa meskipun penggunaan teknik dukungan spiritual untuk memberikan dukungan spiritual kepada pasien kanker dapat meningkatkan kualitas hidup mereka, masih sedikit penelitian dari artikel dalam tinjauan literatur yang melibatkan tokoh agama sesuai dengan keyakinan pasien.

Artikel ini merujuk pada penelitian dengan judul “Spiritual Support for Colorectal Cancer Patients to Improve Their Quality of Life: A Literature Review”

Link Jurnal: https://ijor.co.uk/ijor/article/view/5388