Universitas Airlangga Official Website

Mendorong Pola Makan Sehat Remaja di Masa Pandemi: Tantangan dan Peluang

Dosen Vokasi UNAIR Bagikan Tips Terlihat Fresh Selama Berpuasa
Ilustrasi makanan bergizi. (Foto: Shutterstock)

Pandemi COVID-19 telah membawa dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk pola konsumsi makanan. Mengingat pemenuhan gizi sehat dan seimbang merupakan salah satu rekomendasi kesehatan untuk memperkuat imunitas tubuh demi menangkal virus corona, banyak masyarakat termotivasi untuk mengubah pola makannya menjadi lebih sehat dan seimbang. Meski belum banyak penelitian yang mengkaji fenomena ini di kalangan remaja Indonesia, diharapkan remaja juga memiliki kepedulian terhadap pentingnya pola makan sehat pada era pandemi. Perubahan rutinitas harian, stres akibat pembelajaran jarak jauh, serta keterbatasan akses terhadap makanan tertentu menjadi faktor yang turut memengaruhi kebiasaan makan kelompok usia ini.

Penelitian ini dilakukan di wilayah Surabaya dan Sidoarjo pada gelombang kedua pandemi. Sejumlah 396 remaja SMA berusia 15 hingga 17 tahun, diminta kesediaannya dan atas persetujuan kepala sekolah mengisi kuesioner daring mengenai kebiasaan makan dan literasi gizi. Hasil penelitian mengungkapkan sejumlah temuan penting terkait faktor-faktor yang memengaruhi peralihan remaja ke pola makan yang lebih sehat dan seimbang.

Ketimpangan Ekonomi sebagai Hambatan

Hasil analisis menunjukkan bahwa status ekonomi keluarga memainkan peran signifikan dalam menentukan kemampuan remaja untuk beralih ke pola makan sehat. Remaja dari keluarga berpenghasilan rendah memiliki kemungkinan lebih kecil untuk melakukan peralihan tersebut, terutama karena keterbatasan akses terhadap bahan makanan bergizi dan mahalnya harga makanan sehat. Selain itu, adanya penyakit penyerta juga menjadi hambatan tersendiri. Remaja dengan kondisi kesehatan tertentu cenderung lebih sulit untuk mengubah pola makan, baik karena keterbatasan pilihan makanan maupun faktor psikologis yang menyertainya.

Kesadaran Gizi sebagai Faktor Pendorong

Di sisi lain, terdapat dua faktor yang terbukti mendorong terjadinya perubahan positif dalam pola makan remaja. Yang pertama adalah kebiasaan memilih makanan tanpa bahan pengawet. Kedua terkait dengan kesadaran untuk menjaga berat badan. Kedua faktor ini mencerminkan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya kesehatan dan gizi. Remaja yang memiliki literasi gizi lebih tinggi cenderung mampu membuat pilihan makanan yang lebih baik, meskipun berada dalam kondisi yang menantang seperti pandemi.

Implikasi bagi Kebijakan dan Pendidikan Gizi

Temuan ini menekankan pentingnya intervensi yang tidak hanya berfokus pada edukasi gizi semata, tetapi juga pada pengurangan kesenjangan sosial ekonomi. Program peningkatan literasi gizi di sekolah maupun melalui media digital perlu disertai dengan kebijakan yang memastikan ketersediaan dan keterjangkauan makanan sehat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan demikian, upaya untuk meningkatkan pola makan sehat di kalangan remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab individu atau keluarga, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat secara luas. Program makan bergizi gratis (MBG) merupakan upaya strategis yang berpotensi mengatasi kesenjangan akses pangan bergizi pada kelompok usia anak-remaja, yang merupakan periode kritis pertumbuhan dan perkembangan individu untuk optimalisasi potensi fisik dan kognitifnya, khususnya bagi mereka dari keluarga pra sejahtera. Tentu saja ini bisa terwujud bila program ini dirancang, dikelola dan diawasi dengan benar.

Penulis: Nurina Hasanatuludhhiyah, dr., M.Si

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: Visuddho V, Hasanatuludhhiyah N, d’Arqom A, Marchianti ACN, Farapti F. Unveiling the facilitators and barriers of adopting healthy diets among Indonesian teenagers during covid-19 pandemic. J Ideas Health [Internet]. 2025 Feb. 28 [cited 2025 Apr. 21];8(1):1254=1261. Available from: https://www.jidhealth.com/index.php/jidhealth/article/view/403