Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sebanyak 3,5 miliar orang di seluruh dunia menderita masalah gigi dan mulut, walaupun situasi ini secara umum dapat dicegah. Penyakit periodontaladalah salah satu masalah kesehatan rongga mulut yang cukup banyak terjadi dan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat. Secara global, prevalensi penyakit ini mencapai 19% pada orang berusia lebih dari 15 tahun.
Pada tahun 2022, Indonesia memiliki angka prevalensi penyakit periodontal yang tinggi, yakni sekitar 19,6% – 27,3%. Sebelumnya, Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 melaporkan sebanyak 74,1% penduduk Indonesia yang berusia 15 tahun ke atas didiagnosis menderita periodontitis. Prevalensi periodontitis pada wanita sedikit lebih tinggi dibandingkan pria (74,7% vs 73,2%).
Pada wanita hamil, periodontitis berhubungan dengan kondisi kehamilan yang tidak menguntungkan (berisiko) seperti infeksi maternal, preeklampsia, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah. Upaya pencegahan penyakit periodontal pada wanita hamil dan usia produktif harus aktif dilaksanakan.
Dengan menilai pengetahuan dan praktik kesehatan mulut sangat penting dilakukan, agar dapat memberikan pendidikan kesehatan mulut yang memadai. Sehingga dapat mencapai kebersihan mulut yang baik dan mencegah penyakit periodontal. Frekuensi penyakit periodontal pada pedesaan cenderung lebih tinggi daripada perkotaan. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan praktik kebersihan mulut yang buruk.
Studi yang dilakukan oleh Wijaksana dan Megasari pada tahun 2023 di salah satu wilayah pedesaan di Provinsi Bali mengindikasikan rendahnya pengetahuan wanita usia reproduktif terkait kesehatan gigi dan mulut serta masalah periodontal. Walaupun 68.57% wanita yang berpatisipasi dalam studi telah mengetahui keterkaitan antara gangguan periodontal dengan risiko timbulnya masalah kehamilan, hanya 34.29% yang memiliki pengetahuan terkait gangguan periodontal, dan 40% yang memiliki pengetahuan serta praktik menyikat gigi yang benar.
Pengetahuan dan perilaku terkait kesehatan periodontal ini tidak memiliki keterkaitan dengan karakterisitik demografik partisipan, termasuk usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, dan jumlah anak. Hal ini mengindikasikan perlunya edukasi dan konseling kesehatan gigi dan mulut, termasuk kesehatan periodontal, yang bersifat komprehensif dan dapat mendukung perubahan perilaku yang menunjang kesehatan rongga mulut bagi wanita usia reproduktif. Dengan tercapainya kesehatan rongga mulut yang optimal, diharapkan dapat berdampak positif terhadap kehamilan yang sedang atau akan dijalani.
Penulis: Ike Wijaksana
Artikel penuh dapat dilihat pada laman:
Wijaksana IKE and Megasari NLA. Knowledge and Practice on Periodontal Health among Women Residing in Rural Area of Bali Province, Indonesia. World Journal of Advanced Research and Reviews. 2023;20(03):236-242. https://doi.org/10.30574/wjarr.2023.20.3.2413.





