n

Universitas Airlangga Official Website

Mengabdi Lebih dari 30 Tahun, Menristek Beri Penghargaan Kesetiaan kepada Dosen

hari pendidikan nasional
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyematkan Satya Lancana Karya Satya kepada dosen UNAIR yang mengabdi lebih dari 30 tahun. (Foto: Helmy Rafsanjani)

UNAIR NEWS – Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Selasa (2/5), Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir memberikan penghargaan kesetiaan Satya Lancana Karya Satya kepada dosen Universitas Airlangga yang mengabdi kepada negara selama lebih dari 30 tahun.

Penghargaan tersebut diberikan kepada dua orang dosen yang turut hadir dalam upacara bendera Hardiknas di Institut Teknologi 10 Nopember. Dua dosen UNAIR yang menerima penghargaan tersebut adalah Prof. Dr. A.M. Gunawan Indrayanto, Apt. dan Prof. Dr. Bambang Prajogjo Eko Wardoyo Apt. Keduanya berasal dari Fakultas Farmasi.

Selain dari UNAIR, ada pula 12 orang lainnya yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Surabaya yang turut menerima penghargaan tersebut.

Menristek dalam sambutannya berharap agar peran perguruan tinggi dapat mendukung pertumbuhan ekonomi. “Perguruan tinggi lebih dapat memerankan dirinya sebagai agent of economy development, di samping agent of economic, agent of education, agent of research development,” ucap Nasir.

Nasir melanjutkan bahwa revitalisasi pendidikan tinggi dapat mendukung 14 kawasan ekonomi khusus dan menambah pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hilirasi penelitian di perguruan tinggi tidak boleh hanya berhenti sebatas prototipe atau sekadar hak paten. Penelitian perguruan tinggi harus dilanjutkan hingga tahap technology readiness level (TRL) agar produk tersebut dapat segera dihilirisasi oleh industri.

“Peningkatan relevansi perguruan tinggi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, tidak mungkin hanya dilakukan oleh perguruan tinggi semata. Ini semua membutuhkan sinergi antara institusi pendidikan tinggi, institusi riset, berbagai unit pemerintahan lainnya serta pemangku kebijakan lainnya,” tegasnya.

Penulis: Helmy Rafsanjani

Editor: Defrina Sukma S