Universitas Airlangga Official Website

Mengapa Mengetahui Usia Pertumbuhan Itu Penting?

Ilustrasi oleh Hellosehat.com

Dalam bidang kedokteran gigi anak, terutama dalam perawatan ortodonti seperti pemasangan kawat gigi (behel), memahami tahap pertumbuhan anak merupakan hal yang sangat penting. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa masa pertumbuhan anak—khususnya saat terjadi lonjakan pertumbuhan atau growth spurt—merupakan waktu yang paling ideal untuk melakukan intervensi ortodonti.

Jika perawatan dilakukan pada waktu yang tepat, seperti saat pertumbuhan rahang dan wajah sedang aktif, hasil yang diperoleh akan jauh lebih efektif dan optimal. Sebaliknya, jika perawatan dilakukan terlalu dini atau justru terlambat, maka hasilnya bisa kurang maksimal dan berisiko memerlukan waktu atau tindakan tambahan. Oleh karena itu, kemampuan untuk menilai usia biologis anak, bukan hanya usia berdasarkan kalender, menjadi kunci dalam merencanakan perawatan gigi yang tepat sasaran dan efisien.

Dalam dunia kedokteran gigi, khususnya dalam menilai tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak, terdapat dua metode utama yang umum digunakan, yaitu berdasarkan pertumbuhan tulang dan perkembangan gigi.

Metode ini digunakan untuk menilai kematangan tulang anak dengan mengamati bentuk dan perkembangan tulang leher, khususnya tulang belakang bagian atas (vertebra servikal ke-2, ke-3, dan ke-4). Pemeriksaan dilakukan melalui foto rontgen kepala dari samping, yang disebut foto lateral sefalometri. Berdasarkan bentuk dan cekungan pada tulang- tulang tersebut, dokter dapat mengidentifikasi enam tahap pertumbuhan yang disebut CS1 hingga CS6. Tahap CS1 menunjukkan bahwa anak berada pada awal masa pertumbuhan, sedangkan CS6 menandakan bahwa pertumbuhan tulang telah selesai dan anak sudah memasuki fase pasca-pubertas. Penilaian ini sangat berguna untuk memperkirakan kapan puncak pertumbuhan terjadi, sehingga waktu perawatan dapat direncanakan dengan tepat.

Berbeda dengan CVMS yang menilai tulang, metode ini mengevaluasi pertumbuhan anak  berdasarkan  perkembangan  gigi,  khususnya  dengan  melihat  tingkat  kalsifikasi

(pengerasan jaringan gigi) pada gigi geraham kedua bawah (molar kedua mandibula). Pemeriksaan dilakukan menggunakan foto rontgen panoramik. Proses kalsifikasi gigi diklasifikasikan ke dalam delapan tahap, mulai dari tahap A (di mana titik-titik awal kalsifikasi baru muncul) hingga tahap H (di mana akar gigi telah terbentuk sempurna dan ujung akar sudah tertutup). Tahapan ini digunakan sebagai indikator untuk mengetahui tingkat kematangan biologis anak, karena perkembangan gigi cenderung mengikuti pola yang konsisten sesuai usia.

Penelitian ini membandingkan keakuratan dua metode penilaian pertumbuhan—CVMS dan indeks Demirjian—dengan menganalisis 230 foto rontgen anak-anak berusia antara 6 hingga 17 tahun. Dari hasil analisis data, ditemukan bahwa metode CVMS memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dalam memprediksi tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak dibandingkan dengan metode indeks Demirjian. Hal ini disebabkan karena perubahan bentuk tulang leher lebih mencerminkan puncak lonjakan pertumbuhan (pubertal growth spurt) secara lebih tepat.

Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dalam penilaian menggunakan indeks Demirjian, gigi geraham kedua di sisi kanan rahang bawah cenderung menunjukkan tingkat perkembangan yang sedikit lebih cepat dibandingkan dengan sisi kiri. Temuan ini memberikan gambaran bahwa jika metode Demirjian digunakan, maka penilaian pada sisi kanan gigi bisa memberikan hasil yang sedikit lebih akurat dalam mengestimasi usia biologis anak.

Mengetahui metode yang paling akurat untuk menilai tahap pertumbuhan anak sangat penting, terutama bagi dokter gigi dan orang tua yang sedang merencanakan perawatan ortodonti, seperti pemasangan behel. Dengan informasi yang tepat, dokter gigi dapat menentukan waktu terbaik untuk memulai perawatan, yaitu saat pertumbuhan anak sedang berada di puncaknya.

Hal ini membawa banyak keuntungan, antara lain:

  • Perawatan menjadi lebih efektif, karena memanfaatkan fase pertumbuhan alami tubuh untuk membantu mengatur posisi gigi dan rahang.
  • Waktu dan biaya perawatan lebih efisien, karena kemungkinan besar perawatan berjalan lebih cepat dan minim risiko perawatan tambahan.
  • Hasil yang diperoleh lebih optimal, baik dari segi fungsi pengunyahan maupun estetika wajah anak.

Berdasarkan hasil penelitian, metode penilaian pertumbuhan anak melalui pengamatan tulang leher atau Cervical Vertebral Maturation Stage (CVMS) terbukti memberikan gambaran yang lebih akurat dalam menentukan tahap pertumbuhan dan perkembangan anak dibandingkan dengan metode penilaian melalui perkembangan gigi, yaitu indeks Demirjian.

Namun demikian, kedua metode ini masih memiliki nilai diagnostik yang penting dan saling melengkapi. Dalam praktik klinis, penggunaan kedua metode secara bersamaan dapat memberikan informasi yang lebih menyeluruh dan akurat, sehingga sangat membantu dokter gigi dalam merencanakan waktu perawatan yang tepat, terutama pada kasus ortodonti. Dengan pendekatan ini, diharapkan hasil perawatan dapat lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan masing-masing anak.

Penulis: