Meningkatkan produktivitas bebek petelur dapat dilakukan melalui penerapan teknik budidaya sehat (manajemen kandang/kesehatan) dan manajemen pakan yang tepat. Kunci utama upaya tersebut meliputi penggunaan pakan berkualitas dengan protein tinggi (17-19%), pemberian probiotik/produk fermentasi, serta manajemen pakan secara ad libitum (120-180 gram/ekor/hari) untuk mencapai target produksi telur maksimal.
Panduan optimalisasi budidaya bebek petelur dapat dilakukan dengan manajemen pakan yang baik, teknik budidaya sehat yang meliputi manajemen kendang dan kesehatan, serta indikator keberhasilannya. Dengan melakukan manajemen pemeliharaan sesuai panduan, diharapkan dapat memberikan hasil yang menguntungkan bagi para peternak
Manajemen akan yang tepat merupakan kunci utama yang meliputi beberapa hal berikut:
- Nutrisi konsentrat:Â menggunakan konsentrat dengan protein tinggi untuk merangsang produksi telur.
- Pakan alternatif:Â memanfaatkan pakan alternatif murah seperti keong, ikan rucah, ampas tahu, atau bungkil kedelai untuk menekan biaya.
- Teknik fermentasi:Â menggunakan bahan untuk fermentasi pakan guna meningkatkan protein dan kualitas kuning telur.
- Waktu dan jumlah pemberian: emberikan pakan 2 kali sehari (pagi 06.30-07.30 WIB, sore 15.30-16.00 WIB) dengan jumlah 120-180 gram/ekor/hari.
- Transisi Pakan:Â Menghindari perubahan pakan mendadak. Jika melakukan perubahan pakan dapat dilakukan secara bertahap selama 4 minggu (perbandingan pakan lama:baru 75:25, 50:50, 25:75, lalu 0:100) untuk mencegah stres.Â
Teknik budidaya sehat adalah budidaya dengan memperhatikan kebutuhhan kandang kering, bersih, dan ventilasi baik (sistem litter/panggung) untuk mencegah amonia dan penyakit. Kesehatan bebek dijaga dengan manajemen pakan berkualitas, air bersih, suhu pemanas yang sesuai (saat starter), vaksinasi rutin, dan padat tebar yang tidak melebihi kapasitas agar tidak stress.
- Kandang kering  dan bersih: memastikan kandang tidak lembap untuk mencegah penyakit pernapasan.
- Sirkulasi udara:Â kandang yang baik memiliki sirkulasi udara lancar dan pencahayaan cukup.
- Kepadatan kandang:Â mengaturtur kepadatan kandang agar tidak terlalu padat guna mengurangi stres dan kanibalisme.
- Pemberian air minum: air minum harus tersedia ad libitum (selalu tersedia) dan bersih.Â
Indikator keberhasilan beternak bebek (petelur/pedaging) biasanya akan ditandai dengan produktivitas tinggi, kesehatan bebek yang terjaga, dan efisiensi biaya. Keberhasilan teknis mencakup >70% (tingkat produksi telur), berat badan optimal (2-3 kg untuk pedaging dalam 60 hari), dan angka kematian rendah (<5%).
- Peningkatan Produksi:Â Pengelolaan manajemen pakan dan kandang yang baik dapat meningkatkan produksi telur dari 300 menjadi 450 butir per 700 ekor.
- Efisiensi Biaya:Â Penggunaan bahan alternatif yang diolah dengan tepat guna dapat menurunkan biaya produksi.Â
Penulis: Wiwik Misaco Yuniarti, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga





