Artikel yang ditulis oleh Ian Firstian Aldhi, Fendy Suhariadi, Syunu Trihantoyo, Elvia Rahmawati, Erick Fajar Subhekti dan Dwi Hardaningtyas, meneliti bagaimana efikasi diri dalam penelitian (research self-efficacy) dan dukungan pembimbing (supervisory support) mempengaruhi produktivitas penelitian (research productivity) mahasiswa pascasarjana di Indonesia.
Mahasiswa pascasarjana memegang peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan di bidang masing-masing. Sebagai peneliti baru, mereka berada di garis depan dalam menghasilkan wawasan baru. Selain itu, berkontribusi pada pemahaman akademis dan praktis berbagai disiplin ilmu. Kemudian, keterlibatan mereka dalam kegiatan penelitian tidak hanya meningkatkan pengembangan akademis dan profesional mereka sendiri, tetapi juga berdampak signifikan pada komunitas akademis dan masyarakat luas. Sayangnya, mahasiswa pascasarjana menghadapi berbagai tantangan dan tekanan yang dapat memengaruhi produktivitas penelitian mereka.
Penelitian ini menargetkan populasi yang terdiri dari 410.316 mahasiswa magister (S2) dan doktoral (S3). Menggunakan teknik purposive sampling untuk menjangkau mahasiswa pascasarjana yang aktif dalam kegiatan penelitian. Dengan total sampel sebanyak 514 responden, yang meliputi 330 mahasiswa magister dan 184 mahasiswa doktoral dari empat institusi pendidikan tinggi di Jawa Timur. Proses seleksi menggabungkan metode survei online dan offline untuk memastikan sampel yang beragam dan representatif. Model Persamaan Struktural (SEM) digunakan sebagai pendekatan analisis utama dengan menggunakan perangkat lunak SmartPLS-4.
Hasil Analisis
Hasil analisis menunjukkan bahwa efikasi diri secara signifikan berpengaruh positif terhadap produktivitas penelitian. Menandakan bahwa keyakinan mahasiswa pada kemampuan mereka untuk melakukan tugas-tugas penelitian berkontribusi pada output penelitian mereka. Lebih lanjut, dukungan pembimbing terbukti memperkuat hubungan antara efikasi diri dan produktivitas penelitian. Menunjukkan bahwa interaksi antara mahasiswa dan pembimbing mereka dapat meningkatkan atau mengurangi efek dari efikasi diri terhadap produktivitas penelitian.
Penelitian ini memberikan implikasi teoretis dan praktis. Secara teoretis, temuan ini memperluas pemahaman kita tentang teori kognitif sosial Bandura dengan menerapkannya dalam konteks penelitian pascasarjana. Menunjukkan bahwa persepsi kemampuan riset individu (research self-efficacy) dan dukungan lingkungan (supervisory support) adalah faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas penelitian (research productivity). Secara praktis, temuan ini menyarankan bahwa universitas dan lembaga pendidikan tinggi harus mengembangkan program pelatihan dan mentorship yang dapat meningkatkan efikasi diri penelitian mahasiswa dan memfasilitasi dukungan pembimbing yang efektif.
Penulis: Prof. Dr. Fendy Suhariadi, Drs., M.T.
Baca juga: Analisa DNA Tulang dan Gigi Pada Lokus Short Tandem Repeat-Combined Dna Index System





