Universitas Airlangga Official Website

Menjembatani Harapan dan Pengalaman Perempuan dalam Persalinan: Mengapa Pengalaman Melahirkan Tidak Cukup Dinilai dari Luaran Klinis

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Artikel “Expectations vs Experiences of Birth: A Systematic Review and Bibliometric Analysis” menawarkan perspektif penting bahwa keberhasilan persalinan tidak seharusnya hanya dinilai dari luaran klinis seperti jenis persalinan, kondisi ibu dan bayi, atau ada tidaknya komplikasi. Persalinan merupakan pengalaman multidimensional yang melibatkan aspek fisik, psikologis, sosial, dan relasional. Artikel ini menunjukkan bahwa kesenjangan antara apa yang diharapkan perempuan dan apa yang dialaminya selama persalinan dapat menentukan tingkat kepuasan dan membentuk pengalaman persalinan secara keseluruhan. Menurut saya, temuan ini sangat relevan dengan perkembangan paradigma pelayanan kebidanan yang semakin menempatkan perempuan sebagai subjek, bukan sekadar penerima tindakan medis.

Salah satu gagasan paling menarik dalam artikel ini adalah hubungan timbal balik antara expectation dan experience. Harapan perempuan sebelum persalinan dapat memengaruhi bagaimana mereka memaknai pengalaman persalinannya, sementara pengalaman persalinan sebelumnya juga dapat membentuk harapan pada kehamilan berikutnya. Namun, hubungan tersebut tidak bersifat deterministik. Pengalaman negatif sebelumnya tidak selalu menghasilkan harapan negatif pada persalinan berikutnya. Faktor seperti kesiapan psikologis, dukungan selama kehamilan, ketakutan terhadap persalinan, serta konstruksi sosial dan budaya mengenai persalinan turut menentukan bagaimana pengalaman tersebut dimaknai.

Dari perspektif kebidanan, temuan tersebut memberikan pesan bahwa antenatal care seharusnya tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan fisik dan deteksi risiko. Antenatal care juga perlu menjadi ruang untuk mengeksplorasi harapan perempuan terhadap persalinan. Perempuan perlu diberi kesempatan untuk menyampaikan apa yang mereka takutkan, bagaimana pandangan mereka mengenai nyeri persalinan, pilihan metode persalinan, dukungan yang diharapkan, serta sejauh mana mereka ingin terlibat dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, edukasi antenatal bukan sekadar memberikan informasi, tetapi merupakan proses membangun ekspektasi yang realistis.

Artikel ini juga memperlihatkan bahwa nyeri persalinan merupakan salah satu faktor penting yang menghubungkan harapan dan pengalaman. Nyeri yang dirasakan lebih berat daripada yang diperkirakan dapat menyebabkan ketakutan, kehilangan kontrol, dan pengalaman persalinan yang negatif. Menariknya, penelitian yang direview menunjukkan bahwa persepsi terhadap nyeri tidak hanya ditentukan oleh intensitas nyeri secara fisiologis, tetapi juga oleh lingkungan, dukungan, pengalaman sebelumnya, dan konstruksi budaya. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan terhadap nyeri persalinan tidak seharusnya terbatas pada pemberian analgesia. Perempuan perlu mendapatkan informasi mengenai berbagai pilihan manajemen nyeri, baik farmakologis maupun nonfarmakologis, sehingga mereka dapat membuat keputusan berdasarkan informasi.

Aspek yang sangat kuat dari artikel ini adalah penekanannya terhadap komunikasi dan keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan. Bahkan ketika intervensi medis diperlukan, pengalaman persalinan tidak selalu menjadi negatif. Intervensi dapat tetap dipersepsikan positif ketika perempuan mendapatkan informasi yang memadai, komunikasi yang efektif, dukungan emosional, dan kesempatan untuk terlibat dalam keputusan. Dengan demikian, masalahnya bukan semata-mata apakah persalinan berlangsung secara fisiologis atau melalui intervensi medis, tetapi bagaimana intervensi tersebut dilakukan dan dialami oleh perempuan.

Dalam konteks ini, birth plan menjadi salah satu strategi yang menarik. Birth plan dapat membantu perempuan membangun ekspektasi yang realistis sekaligus mendiskusikan preferensi dan pilihan selama persalinan. Namun, menurut saya, birth plan jangan dipahami sebagai “kontrak” bahwa persalinan harus berlangsung sesuai rencana. Justru, birth plan perlu digunakan sebagai alat komunikasi antara perempuan dan tenaga kesehatan, termasuk untuk mempersiapkan kemungkinan perubahan rencana apabila kondisi klinis membutuhkan intervensi. Artikel ini juga menempatkan pendidikan antenatal dan individualised birth plan sebagai bagian penting dalam mendukung pengambilan keputusan dan komunikasi bersama.

Meskipun demikian, artikel ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Tidak adanya penilaian kualitas terhadap studi yang diikutsertakan membuat kekuatan bukti dari masing-masing penelitian sulit dibandingkan. Selain itu, pembatasan pada publikasi berbahasa Inggris, penggunaan kata kunci yang telah ditentukan, serta hanya mengandalkan penelitian yang telah dipublikasikan berpotensi menimbulkan selection dan publication bias. Variasi desain penelitian, karakteristik responden, setting, dan luaran juga membatasi generalisasi hasil. Oleh karena itu, hasil review ini sebaiknya dipandang sebagai pemetaan pengetahuan dan dasar untuk pengembangan penelitian lebih lanjut, bukan sebagai bukti definitif untuk semua konteks pelayanan maternitas.

Pada akhirnya, artikel ini memperkuat pandangan bahwa pengalaman persalinan yang positif bukan berarti persalinan harus selalu berlangsung tanpa intervensi. Pengalaman positif lebih berkaitan dengan apakah perempuan merasa aman, dihargai, didukung, memperoleh informasi, memiliki kontrol, dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Model midwifery-led continuity of care, pelayanan yang menghormati perempuan, pendidikan antenatal, dukungan psikologis, serta komunikasi yang efektif menjadi penting untuk memperkecil kesenjangan antara harapan dan pengalaman. Bagi praktik kebidanan, pesan utamanya jelas: kita tidak hanya perlu membantu perempuan “melahirkan dengan selamat”, tetapi juga membantu mereka mengalami persalinan sebagai proses yang bermakna, dihargai, dan tetap memiliki kendali atas dirinya.

Penulis: Sofia Al Farizi, S.Keb., Bd., M.Kes.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/expectations-vs-experiences-of-birth-a-systematic-review-and-bibl/