Universitas Airlangga Official Website

Menyambut Idul Fitri, UNAIR Gelar Sholat Ied di Masjid Ulul Azmi

Suasana khotbah setelah sholat Idul Fitri di Masjid Ulul Azmi, Kampus MERR-C (10/04/2024). (Foto: PKIP UNAIR).

Unair News – Menyambut semarak hangat Idul Fitri 1445 Hijriah, Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar sholat Idul Fitri. Pelaksanaan sholat Ied itu berlangsung khidmat di Masjid Ulul Azmi Kampus MERR-C Universitas Airlangga.

Agenda tersebut juga turut dihadiri oleh Rektor Universitas Airlangga Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak beserta civitas akademika UNAIR, seperti dosen dan mahasiswa dari dalam maupun luar negeri.

Prof Dr Mohammad Nizarul Alim SE MSi Ak CA selaku Khatib pada sholat Idul Fitri menyampaikan bahwa bulan ramadhan merupakan masa terapi dan juga edukasi bagi umat muslim untuk membangun kebiasaan yang baik. Kebiasaan baik itu dapat dibangun melalui berbagai ibadah yang sudah dijalani secara rutin selama 30 hari di bulan ramadhan. 

“Kata kunci dari ramadhan adalah berlatih selama satu bulan atau kurang lebih 30 hari, ada apa dengan 30 hari tersebut. Saya ambil satu penelitian ilmiah terkait psikologi perilaku. Pada teori 21 days magic number dalam buku psycho cybernetics karya Maxwell Maltz pada tahun 1960. Saya kurang tahu persis apa agama beliau atau apakah beliau beragama atau tidak. Namun, teori tersebut menyebutkan bahwa apabila ada terapi terkait sebuah perilaku selama minimal atau setidaknya 21 hari berturut-turut maka perilaku tersebut akan menjadi kebiasaan. Apabila perilaku tersebut baik maka akan menjadi kebiasaan baik, begitu pula sebaliknya,” katanya.

“Jamaah sholat Idul Fitri, kita tahu bahwa selama bulan ramadhan kita sudah menjalani ibadah puasa selama 29 hingga 30 hari. Tentunya jika kembali ke teori perilaku, puasa yang sudah kita jalani selama 29 atau 30 hari ini insyaallah dan tentunya bisa menjadi kebiasaan baik di bulan-bulan berikutnya. Bulan ramadhan juga merupakan bulan qiyamul lail. Pada bulan ini kita mendapat terapi setiap malam dengan sholat tarawih. Insyaallah setelah bulan ramadhan tentunya kegiatan ini akan menjadi kebiasaan baik. Selama bulan ramadhan kita juga mendapat terapi berupa tadarus Al Quran. Tentunya dengan terapi baca Al Quran ini, insyaallah akan menjadi kebiasaan baik di bulan-bulan selanjutnya,” tambahnya.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura itu juga berharap agar bulan ramadhan bisa menjadi momentum untuk merubah perilaku dan mindset kita agar dapat lebih peduli kepada orang lain serta menjadi sosok yang lebih baik di bulan-bulan selanjutnya. 

“Maka dari itu para jamaah sholat idul fitri, dengan memperhatikan ibadah di bulan ramadhan selama 29 hingga 30 hari ini. Insyaallah akan merubah perilaku kaum muslimin pada umumnya dan kita pada khususnya. Termasuk juga merubah mindset kita, pikiran kita, dan kepedulian kita kepada orang lain. Demikian para jamaah sholat idul fitri semoga bulan ramadhan yang telah kita jalani ini bisa edukasi dan terapi untuk suatu hal yang lebih baik,” katanya.

Penulis: Edwin fatahuddin

BACA JUGA: Sambut Penghujung Ramadan, UNAIR Kembali Gelar Itikaf Bersama