Universitas Airlangga Official Website

Metabolisme Lipid pada TB-DM

Metabolisme Lipid pada TB-DM
Sumber: Suara Buruh

Mycobacterium tuberculosis (Mtb) memerlukan lipid untuk pertumbuhan, multiplikasi dan patogenitas infeksi. Gambaran patologis utama tuberculosis (TB) adalah granuloma dan nekrosis kaseosa. Kolesterol dan gliserida melimpah terakumulasi dalam tetesan lipid di makrofag. Genom M. tuberculosis (Mtb) H37Rv dan CDC1551 teridentifikasi bahwa Mtb memiliki lebih dari 250 gen terkait dengan metabolisme lipid. Beberapa gen mengkode molekul yang diperlukan untuk pertumbuhan dan reproduksi Mtb seperti lipase, isositrat lyase, fosfolipase, asam mikotik lyase, asam lemak bebas koenzim A (CoA), dan asil-koenzim A dehydrogenase.

Bagaimana peran lipid pada pasien TB? Penelitian menunjukkan bahwa pengobatan INH berhubungan secara signifikan dengan penurunan kadar kolesterol total dan Apolipoprotein B (ApoB). Apolipoprotein adalah protein yang terlibat dalam metabolisme lemak dalam tubuh mamalia. ApoE memainkan peran penting dalam aktivasi sel T, sehingga tikus knockout ApoE hiperkolesterolemia (ApoE−/−) terbukti sangat rentan terhadap TB. Kolesterol dibutuhkan dalam fagositosis makrofag, tetapi hiperkolesterolemia menurunkan imunitas pasien TB. Terapi statin terbukti meningkatkan autophagy dan maturasi phagosome makrofag. Pasien TB memerlukan kadar kolesterol normal.

Malnutrisi, baik dengan index masa tubuh (IMT) yang rendah maupun obesitas, secara signifikan dikaitkan dengan peningkatan efek samping obat dan risiko gagal obat pada TB, sementara kontrol glikemik yang buruk pada DM meningkatkan risiko tersebut. Pustaka menunjukkan bahwa kadar trigliserida dan asam lemak bebas jenis tertentu menurun secara bersamaan pada TB, dan kembali pulih setelah pasien TB dinyatakan sembuh.

Pasien TB berisiko malnutrisi dan penderita diabetes mellitus (DM) dikaitkan dengan dislipidemia yang dibuktikan dengan tingginya kadar trigliserida, LDL dan rendahnya HDL. Bagaimana pada pasien obesitas dengan diabetes? Pada obesitas dengan diabetes efisiensi penyerapan kolesterol lebih rendah dan sintesis kolesterol lebih tinggi dibandingkan pada subjek tanpa diabetes, menunjukkan bahwa diabetes memodulasi metabolisme kolesterol lebih dari sekadar obesitas.

Penelitian ini melibatkan 83 pasien TB-DM dengan berbagai macam IMT di RSUD Dr. Soetomo Surabaya (16 pasien underweight, 16 pasien overweight dan 51 pasien TB-DM dengan IMT normal). Hasil penelitian mendapatkan, tidak ada perbedaan bermakna kadar kolesterol pada pasien TB-DM dengan berbagai macam IMT. 76% pasien TB-DM mempunyai kadar kolesterol total normal. Sesuai dengan pustaka, pasien dengan kepatuhan minum obat tinggi, metabolism lipid segera normal.

Meskipun tidak ada perbedaan kadar kolesterol yang signifikan pada TB-DM dengan berbagai macam IMT, tetap dianjurkan diet sehat pada pasien TB-DM dengan obesitas. Jaringan adiposa putih biasanya ditemukan pada tingkat yang lebih tinggi pada obesitas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika tubuh memiliki kelebihan jaringan adiposa putih, tubuh lebih sulit melawan infeksi pada radang kronis.

24% pasien TB-DM mempunyai kadar kolesterol total tinggi kemungkinan karena kebiasaan merokok dan turunnya aktivitas fisik. Pada DM, aktivitas lipoprotein lipase menurun, dan hal ini merupakan salah satu penyebab paling umum hiperlipidemia pada diabetes yang tidak terkontrol.

Penulis: Dr. Manik Retno Wahyunitisari, dr., M.Kes