Universitas Airlangga Official Website

Microbiome pada Kanker Prostat

Ilustrasi oleh herniabh.com.br

Mikroba terdiri dari bakteri, virus, jamur, archaebacteria, dan protista. Didalam tubuh manusia didapatkan mikroba dalam jumlah yang sangat banyak. Mikroba dalam tubuh manusia memiliki peranan penting dalam proses metabolisme, respon kekebalan tubuh, dan reproduksi.  Adanya perubahan komposisi mikroba dalam tubuh berperan dalam proses terjadinya penyakit. Istilah microbiome adalah interaksi mikroba tertentu dengan prosses terjadinya penyakit.

Penyakit seperti obesitas, psoriasis, inflammatory bowel disease (IBS), dan kanker usus besar diketahui berhubungan dengan microbiome. Kanker adalah penyakit dengan penyebab multifaktorial termasuk keturunan, sistem kekebalan tubuh, lingkungan, dan psikologis. Diperkirakan 20% proses keganasan berhubungan dengan microbiome termasuk adanya manipulasi mikroba dalam proses pertumbuhan sel-sel ganas.

Kanker prostat adalah keganasan tersering dan penyebab kematian karena kanker terbesar kedua pada laki-laki. Pemahaman yang baik mengenai resiko, diagnosis, serta tata laksana diperlukan untuk penanganan kasus ini. Dalam beberapa tahun terakhir dilaporkan peranan inflamasi dalam proses pertumbuhan sel ganas pada prostat.  Didapatkan sel-sel peradangan kronis pada pemeriksaan histopatologis sediaan kanker prostat terutama pada zona perifer, lokasi tersering awal munculnya kanker prostat.

Terapi kanker prostat berkembang dengan pesat meggunakan kemoterapi, terapi hormonal, pembedahan, radioterapi, dan imunoterapi. Artikel ini merangkum penelitian terkini mengenai microbiome pada kanker prostat. Pengetahuan yang spesifik mengenai microbiome pada kanker prostat diharapkan akan memberikan dasar strategi pengobatan kanker prostat di masa depan.

Peradangan kronis diketahui memiliki peranan dalam proses karsinogenesis. Bakteri diduga berperan dalam proses keradangan kronis pada prostat. Beberapa bakteri spesifik ditemukan pada jaringan kanker prostat dan tidak ditemukan pada jaringan prostat yang normal. Namun, didapatkan banyak variasi jenis bakteri yang ditemukan. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah bakteri tersebut memang berperan dalam proses pertumbuhan kanker prostat atau ditemukan secara kebetulan. Selain bakteri, virus juga diduga berperan dalam proses kanker prostat. Beberapa virus yang diketahui menyebabkkan kanker seperti Human Papiloma Virus (HPV) dan cytomegalovirus (CMV) juga ditemukan dalam jaringan prostat.

Selain didapatkan pada jaringan prostat, micobiome pada proses kanker prostat juga dicurigai berasal dari saluran urin dan saluran cerna. Didapatkan adanya infeksi kronis saluran urin pada pasien dengan kanker prostat. Microba pada usus memiliki peran utama pada pembentukan zat sisa metabolisme. Zat tersebut akan menuju ke sirkulasi darah dan kemudian akan dikeluarkan melalui urin. Mekanisme ini menjelaskan mengapa mikroba dari satu organ tubuh dapat mempengaruhi proses penyakit pada organ yang lain. Beberapa zat sisa metabolisme seperti polyamine, ammonia, dan N-Nitroso bersifat karsinogenik.

Adanya perubahan pada mikroba usus dicurigai memicu terjadinya kanker prostat. Konsumsi produk susu, daging merah, dan makanan tinggi lemak dipercaya berhubungan dengan proses kanker prostat. Makanan tersebut menimbulkan zat metabolit yang dapat menimbulkan radikal bebas. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa spermine polyamine berperan sebagai penanda kanker prostat. Beberapa jenis antibiotik diketahui mempengaruhi mikroba dalam usus yang menyebabkan translokasi bakteri patogen dan keradangan kronis pada prostat. Resiko terjadinya kanker prostat meningkat pada konsumsi antibiotik jenis quinolone, tetracyclin, sulfonamid, dan penicillin. Beberapa obat kemoterapi seperti siklofosfamid meyebabkan kerusakan pada dinding usus yang menyebabkan perubahan mikroba. Selain itu, microbiome juga memiiki peranan dalam proses pengobatan kanker prostat. Pemberian hormonal terapi disertai arbirateron acetat mengubah populasi mikroba ususdan meningkatkan produksi vitamin K2. Vitamin K2 sendiri diketahui dapat menghambat pertumbuhan kanker prostat pada penelitian hewan.  

Sebagai kesimpulan, microbiome yang spesifik pada kanker prostat masih belum dapat dipastikan dan masih dalam penelitian lebih lanjut. Namun, diketahui bahwa inflamasi kronis dan sistem kekebalan tubuh yang berhubungan dengan microbiome merupakan faktor resiko terjadinya kanker prostat.

Penulis: Lukman Hakim, dr., M.Kes., Ph.D.

Informasi lengkap tulisan ini dapat diakses pada laman :

10.1007/s40588-022-00178-y

Kloping, Yudhistira & Hakim, Lukman. (2022). Prostate Cancer Microbiome: A Narrative Review of What We Know So Far. Current Clinical Microbiology Reports. 9. 1-8. 10.1007/s40588-022-00178-y.