Infeksi COVID-19, yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, telah dengan cepat menjadi krisis kesehatan dunia. Karena virus ini terus menyebar, memahami dinamika penularannya menjadi sangat penting dalam mengembangkan strategi yang efektif untuk penahanan dan mitigasi. Pemodelan matematika telah muncul sebagai alat penting untuk mempelajari dinamika penularan COVID-19, yang menggabungkan berbagai aspek seperti cara penularan, gejala, pengobatan, dan vaksinasi. Dengan mengukur dampak faktor-faktor ini, model matematika memberikan wawasan berharga tentang penyebaran penyakit, membantu menginformasikan intervensi kesehatan masyarakat dan strategi pengendalian.
Vaksinasi telah muncul sebagai alat penting dalam melawan COVID-19. Model matematika telah menjadi hal yang krusial dalam menilai dampak kampanye vaksinasi terhadap dinamika penularan penyakit. Model-model ini mempertimbangkan faktor-faktor seperti kemanjuran vaksin, cakupan, dan strategi distribusi untuk memperkirakan potensi pengurangan infeksi, rawat inap, dan kematian. Selain itu, model-model ini membantu menginformasikan pengambilan keputusan mengenai prioritas populasi berisiko tinggi dan waktu serta interval optimal antara dosis vaksin. Vaksinasi dosis ganda terhadap COVID-19 telah menjadi strategi penting untuk mencapai efektivitas vaksin maksimum dan mengurangi penyebaran penyakit. Vaksin resmi seperti vaksin Pfizer dan Moderna telah menunjukkan tingkat kemanjuran yang tinggi dalam uji klinis, mencapai hingga 95% kemanjuran terhadap COVID-19 yang bergejala. Vaksin-vaksin ini telah terbukti efektif dalam mencegah penyakit parah, rawat inap, dan kematian.
Analisi Efektivitas Biaya
Dalam studi ini, kami mengusulkan model vaksinasi dosis ganda dari dinamika penularan COVID-19 yang optimal dengan analisis efektivitas biaya. Para pengambil keputusan dan pemerintah harus memprioritaskan penerapan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian COVID-19 berdasarkan analisis efisiensi dan manfaat biaya. Hal ini penting di wilayah-wilayah dengan keterbatasan sumber daya, yang mana penyakit ini endemik. Dengan demikian, pekerjaan ini terutama ditujukan untuk pengembangan dan analisis pengendalian optimal untuk dinamika COVID-19 berupa: vaksinasi dosis pertama, vaksinasi dosis kedua, perlindungan pribadi, pengujian atau skrining, dan pengobatan. Model ini dianalisis secara kualitatif dengan tujuan untuk meminimalkan penyebaran COVID-19 dan biaya yang terkait dengan penerapan pengendalian dengan bantuan teori pengendalian optimal. Efek dari penerapan setiap intervensi pengendalian di masing-masing dari tiga kelompok berbeda dibuat dengan mengklasifikasikan semua kemungkinan kombinasi dari setidaknya tiga intervensi pengendalian melalui simulasi numerik.
Dengan menggunakan teknik rasio biaya-efektivitas rata-rata dan rasio biaya-efektivitas inkremental, intervensi pengendalian yang paling ekonomis ditentukan untuk setiap kelompok. Studi ini mengungkapkan bahwa ketika sumber daya tersedia dengan mudah, penerapan strategi yang menggabungkan vaksinasi dosis pertama yang optimal, perlindungan pribadi, skrining atau pengujian, dan pengobatan sama efisiennya dengan menerapkan kelima intervensi pengendalian optimal secara bersamaan karena keduanya mencegah jumlah infeksi yang sama. Namun, pada masyarakat dengan sumber daya terbatas ketika penerapan bersama hanya tiga intervensi yang memungkinkan, strategi yang menggabungkan perlindungan pribadi, pengujian atau skrining, dan pengobatan sangat direkomendasikan. Dari semua opsi intervensi yang telah dipertimbangkan, strategi ini juga telah ditegaskan sebagai yang paling hemat biaya secara keseluruhan. Evaluasi ekonomi dari strategi intervensi pengendalian lebih lanjut menunjukkan bahwa kombinasi vaksinasi dosis pertama, vaksinasi dosis kedua, pengujian atau skrining, dan pengobatan adalah strategi yang paling hemat biaya ketika hanya empat intervensi yang benar-benar bisa diterapkan.
Penulis: Prof. Dr. Fatmawati, S.Si., M.Si.
Informasi detail dari riset ini ada pada link berikut: https://journals.itb.ac.id/index.php/cbms/article/view/21937





