Terjadinya gangguan neurodegenerasi karena akumulasi zat besi di otak atau dikenal sebagai Neurodegeneration with Brain Iron Accumulation (NBIA) disorders, terfokus di bagian basal ganglia dan globus pallidus. Kelainan NBIA merupakan penyakit yang sangat mengancam jiwa penderitanya, yang ditandai terjadinya akumulasi zat besi fokal di otak. Prevalensinya masih sangatlah kecil, 1 per 1,000,000 orang penderita, sehingga digolongkan dalam “rare disease”, yang dibagi dalam empat jenis, yang masing-masing memberikan gejala dan gambaran klinis yang berbeda, yaitu:
- Pantothenate kinase-associated neurodegeneration (PKAN);
- Phospholipase A2-associated neurodegeneration (PLAN);
- Mitochondrial membrane protein-associated neurodegeneration (MPAN); dan
- Beta-propeller protein-associated neurodegeneration (BPAN).
Di RSUD Dr. Soetomo, ditemukan seorang anak usia 34 bulan, perempuan, didiagnosis menderita NBIA tipe PLAN, yang datang berobat ke poli pada tanggal 14 Juni 2021 karena mengalami regresi perkembangan sejak usia 18 bulan, dan bertambah jelek sampai tidak bisa melakukan aktivitas sama sekali pada usia 24 bulan, dan hanya bisa menangis lemah. Anak ini juga mengalami kejang berulang tanpa mengalami demam 2 kali per bulan. Dalam riwayat keluarga, kakaknya, usia 4 tahun meninggal di usia 5 tahun dengan gejala yang sama. Namun demikian, tanda vital dan pemeriksaan tidak menemukan kelainan bermakna. Tanda-tanda klinis seperti retinitis pigmentosa, disfungsi hepatoseluler dan disfungsi renal tubuler di anak dengan retardasi psikomotor, kelemahan otot dan kejang merupakan kemungkinan terjadinya defek di mitokondria. Sementara hepatosplenomegaly tanpa disertai disfungsi hepatoseluler dengan retardasi psikomotor yang bersifat progresif dan pelan merupakan tanda terjadinya lysosomal storage disease.
Status neurologisnya menunjukkan pandangan yang apatis, pupil isochoric 3mm/3mm, refleks cahaya positif dan tidak ada tanda iritasi meningeal. Refleks fisiologis menurun +1 di semua ekstrimitas dan tidak ada refleks pathologis. Pemeriksaan motorik +1 di semua ekstrimitas, dan flaccid muscle tone. Adanya gejala neurologis seperti global cognitive disability, developmental delay dan hilangnya kemampuan sebelunya atau retardasi psikomotor merupakan masalah klinis utama yang berhubungan dengan inherited metabolic disorders.
Pemeriksaan darah normal. Pasien memerlukan pemeriksaan yang lebih komprehensif yang meliputi: gambaran otak, elektrofisiologis, informasi histopatologi dan ultrastruktur yang didapatkan dari biopsy untuk menentukan distribusi dan tipe kelainannya di dalam sistem syaraf. Pemeriksaan asam amino menunjukkan penurunan asam aspartate dan peningkatan asam glutamate. Hasil MRI menunjukkan sedikit atrofi otak, yang menunjukkan kelainan metabolik di otak, namun belum ada tanda pathognomonic di bagian parenkim otak. Setahun kemudian, hasil MRI menunjukkan lesi di white matter, pada globus pallidus bilateral yang menegaskan terjadinya encephalopathy metabolic dengan tipe tengkoran mikrosefali. Sampel cairan subdural menunjukkan peningkatan proses. Pasien dengan kelainan gerakan dan bentuk yang ekstrapiramid, atau regresi perkembangan sangat disarankan menjalani tes diagnostic berupa iron-sensitive sequences melalui MRI otak, meski.
Hasil EEG menunjukkan potensi epileptogenic pada bagian mid-temporal otak. Tes genetik dijalani pada tanggal 1 April 2021 dan menunjukkan adanya varian pathogenic homogen pada gen PLA2G6. Penyakit langka ini diturunkan secara genetik, yaitu bersifat autosomal recessive, dimana 7 dari gen NBIA diturunkan secara resesif, kecuali pada neuroferritinopathi, mitochondrial membrane proteinassociated neurodegeneration (MPAN), dan propeller protein-associated neurodegeneration (BPAN). Penyakit langka ini tidak dapat didiagnosis kecuali dengan pemeriksaan genetik. Sementara profil biokimia darah dilakukan untuk diagnosis diferensial, yang didukung oleh MRI.
Penulis: Nur Aisiyah Widjaja, Roedi Irawan
Link Jurnal: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/pla2g6-associated-neurodegeneration-a-rare-case-report-of-neurode





