Universitas Airlangga Official Website

Obat-Obatan Pencetus Gejala Mulut Kering pada Lansia

Foto by Halodoc

Saliva atau air liur merupakan salah satu komponen terpenting pada rongga mulut. Saliva berperan secara langsung dalam pencernaan, imunitas, serta mendukung aktivitas pengunyahan, penelanan, dan bahkan bicara. Xerostomia atau keadaan mulut kering merupakan kondisi yang dapat dialami seseorang akibat penurunan jumlah saliva atau perubahan komposisi saliva. Kondisi abnormal ini yang dapat dipicu oleh penyakit, efek samping obat-obatan, kebiasaan buruk, ataupun gangguan psikologis. Keadaan ini juga dapat berimbas pada peningkatan resiko timbulnya berbagai penyakit mulut dan gangguan aktivitas lain yang dapat menurunkan kualitas hidup.

Salah satu populasi yang sering mengalami xerostomia adalah lansia atau individu dengan usia lebih dari 65 tahun. Kondisi xerostomia pada lansia dikaitkan dengan kerentanan golongan ini terhadap berbagai penyakit, utamanya penyakit degeneratif. Kondisi penyakit tersebut menyebabkan lansia harus mengonsumsi berbagai obat-obatan dalam jangka waktu panjang. Studi sebelumnya melaporkan bahwa beberapa obat yang umum dikonsumsi lansia bersifat xerogenik atau mampu memicu xerostomia.

Pada studi tinjauan literatur sistematis yang dilakukan oleh Departemen Ilmu Penyakit Mulut, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga pada 2023 didapatkan bahwa faktor utama yang dapat memicu xerostomia pada lansia adalah obat-obatan. Studi ini menyebutkan bahwa obat gastrointestinal, obat psikotropika, dan obat anti-hipertensi adalah di antara golongan obat utama yang berpotensi xerogenik pada lansia. Dari studi yang ditinjau didapatkan bahwa obat-obatan sistem pencernaan yang seringkali memicu mulut kering adalah obat golongan antasida, antikolinergik, antagonis reseptor histamin-2 (seperti, cimetidine, ranitidine), dan antagonis reseptor muskarinik-1 (seperti, pirenzepine). Studi lain juga melaporkan bahwa lansia yang menggunakan obat sistem pencernaan secara terus-menerus memiliki resiko 2.14 lebih tinggi untuk mengalami xerostomia. Selain obat sistem pencernaan, berbagai golongan obat antihipertensi juga terbukti dapat menimbulkan efek samping mulut kering. Salah satu obat anti-hipertensi yang paling umum diresepkan pada penderita hipertensi adalah obat golongan penghambat saluran kalsium, seperti amlodipine. Berbagai studi melaporkan bahwa amlodipine mampu secara langsung menurunkan tingkat pengeluaran saliva di rongga mulut sehingga dapat timbul gejala mulut kering. Selain itu, obat-obatan psikotropika seperti golongan hipnotik (seperti, benzodiazepine) dan antidepresan (seperti, amitriptilin dan diazepam) juga dilaporkan dapat menciptakan efek antikolinergik sehingga dapat menurunkan tingkat pengeluaran saliva di rongga mulut.

Hasil dari studi ini diharapkan dapat berkontribusi sebagai bahan pertimbangan tenaga medis dalam melakukan tatalaksana penyakit yang menggunakan obat-obatan xerogenik. Selain itu, hasil penelitian ini juga membuka horizon mengenai pentingnya kolaborasi antara tenaga profesional kedokteran dan kedokteran gigi dalam penatalaksanaan individu lansia untuk mencapai tujuan perawatan yang ideal dan holistik.

Penulis: Femalia Nuril Ain Sutarjo; Maryam Fathiya Rinthani; Gisela Lalita Brahmanikanya;

Adiastuti Endah Parmadiati; Desiana Radhitia; Fatma Yasmin Mahdani.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami dengan judul “Common Precipitating Factors of Xerostomia in Elderly” pada Journal of Health and Allied Sciences NU, 2023 melalui link berikut:  https://www.thieme-connect.com/products/ejournals/pdf/10.1055/s-0043-1762916.pdf