Universitas Airlangga Official Website

Olahan Ikan untuk Turunkan Angka Stunting

Ikan Nila (Sumber; DKP3 Banjarmasin)

Tingginya angka stunting pada balita di Provinsi Jawa Timur dan di tingkat nasional merupakan permasalahan yang menjadi fokus utama  untuk segera diselesaikan. Sementara diketahui Indonesia kaya akan hasil-hasil laut yang tentunya tinggi protein dan bermanfaat untuk pertumbuhan balita. Berdasarkan permasalahan tersebut, sebuah studi yang dilakukan oleh Nurmianto dkk. bermaksud untuk meningkatkan asupan protein hewani dari ikan bagi keluarga nelayan, dengan mengutamakan pengolahan ikan di wilayah pesisir Jawa Timur serta memberikan edukasi dan pengetahuan kepada nelayan tentang cara pengolahan ikan di wilayah pesisir Provinsi Jawa Timur.

 Analisis dilakukan dengan metode makro ergonomis dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas pangan olahan dari bahan ikan untuk menurunkan angka stunting. Kriteria dalam analisis ini adalah preferensi masyarakat, pengetahuan masyarakat, proses ergonomis, produksi komoditi, dan alat pengolahan ikan.

Hasil analisis telah termuat dalam prosiding IOP Conference Series: Earth and Environmental Science tahun 2024, diperoleh pilihan prioritas secara persentase antara lain Nugget Ikan, Stik Ikan, Bakso Ikan, dan Kerupuk Ikan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah prioritas bahan pangan olahan ikan untuk menurunkan angka stunting pada anak di wilayah pesisir Provinsi Jawa Timur.

Dengan adanya hasil tersebut diharapkan dapat membantu UKM dan masyarakat pesisir dalam mengolah bahan makanan ikan dengan tujuan untuk mengembangkan masyarakat dan wilayah pesisir serta meningkatkan minat keluarga nelayan dalam mengkonsumsi bahan olahan ikan untuk mengurangi stunting.

Penulis: Siti Rahayu Nadhiroh

Referensi:

Eko Nurmianto, S H Kusuma, S Soehardjoepri, S R Nadhiroh, S Rahmaningsih, F N Fauziah and G S Trikurniawan. 2024. Processed Seafood Determination for Fishermen Prosperity Using Macro Ergonomic and Analytical Hierarchy Process. IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 1298 012009. DOI 10.1088/1755-1315/1298/1/012009