UNAIR NEWS – Gelaran final Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) selalu menyisakan cerita menarik dari para pesertanya. Salah satunya datang dari Muhammad Samudra Ilham, finalis bidang Biologi asal Universitas Andalas (UNAND), Sumatra Barat.
Perjuangan Berat dari Babak Wilayah demi Kuota Delegasi
Di balik keberhasilan sebagai finalis ONMIPA, perjalanan Ilham dan timnya dimulai dengan perjuangan yang sangat menguras energi sejak babak wilayah di Sumatera. Mereka harus membagi fokus antara jadwal kuliah yang padat dengan jam belajar tambahan yang intensif, hingga harus rela mengorbankan waktu istirahat demi membedah materi olimpiade yang rumit.
Namun, kerja keras dan pengorbanan waktu tersebut terbayar lunas. Bidang Biologi Universitas Andalas berhasil mengukir meloloskan jumlah delegasi yang jauh lebih besar dan menjadi salah satu yang terbanyak secara nasional.
“Dari bidang biologi itu kami memutus lima. Jadi tahun kemarin itu cuma dua, dan sekarang lima. Dan itu salah satu bidang yang paling banyak mengirimkan di Indonesia,” ungkap Ilham, Kamis (11/6/2026) saat diwawancara UNAIR NEWS di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C.
Persaingan Semakin Ketat, Bidang Biologi UNAND Ukir Prestasi
Sebagai mahasiswa yang sebelumnya pernah mencicipi atmosfer ONMIPA, Ilham merasakan adanya peningkatan standar kompetisi pada tahun ini. Peta persaingan dirasa jauh lebih sengit dengan bobot soal yang lebih menantang.
“Tahun ini sepertinya lebih ketat. Menurut saya soal-soalnya jauh lebih sulit daripada tahun kemarin. Jadi ya, kita lihat saja bagaimana hasilnya nanti,” kata Ilham.
Harapan untuk ONMIPA Esok
Menatap hasil akhir kompetisi, Ilham berharap kerja kerasnya kali ini dapat membuahkan hasil yang manis berupa medali. Namun, ia tetap optimis jika pun harus mencoba lagi di kesempatan berikutnya. “Paling inginnya tentu dapat medali. Semoga saja kali ini rezekinya. Tapi kalau belum, saya masih punya satu kali kesempatan lagi tahun depan,” tuturnya.
Di akhir sesi wawancara, Ilham memberikan saran konstruktif kepada pihak panitia dan juri demi kemajuan kompetisi ONMIPA di masa depan. Ia berharap ajang ini tidak sekadar berakhir pada pengumuman pemenang, melainkan juga menjadi wadah transfer ilmu bagi mahasiswa satu Indonesia.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Ragil Kukuh Imanto





