Universitas Airlangga Official Website

Optimalisasi Efektivitas Pengembangan Kompetensi Personel Polres Gresik

Penyelenggaraan fungsi Kepolisian berdasarkan UUD 1945 Pasal 30 ayat (4) dan UU No. 2 tahun 2002 tentang Polri Pasal 13 adalah salah satu fungsi Negara yang berperan dalam menjaga dan memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat, menegakan hukum dengan senantiasa memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran Polri ditengah-tengah masyarakat merupakan salah satu bentuk nyata hadirnya Negara dalam kehidupan sosial masyarakat yang dinamis, oleh karena itu Polri merumuskan berbagai program-program unggulan dan langkah-langkah strategis dalam pelaksanaan tugas pokok tersebut baik yang bersifat pembinaan maupun operasional sehingga kamtibmas senantiasa terwujud dalam kondisi stabil dinamis.

Ditengah upaya sistematis Polri dalam melakukan pemeliharaan Kamtibmas, spektrum ancaman senantiasa datang dari berbagai aspek, baik ideologi, politik, maupun aspek sosial budaya yang berdampak pada munculnya potensi gangguan, ancaman gangguan dan gangguan nyata kamtibmas. Seperti halnya yang terjadi diwilayah hukum Polres Gresik fluktuasi konflik terjadi cukup menonjol dengan data terakhir pada tahun 2020 terdapat 11 potensi konflik dimana konflik yang muncul 7 kasus dengan penyelesaian 6 kasus. Hal tersebut tentunya harus mampu ditanggulangi dengan baik melalui berbagai langkah dan tindakan kepolisian yang tepat dan efektif dimana hal ini tentunya sangat dipengaruhi dari kualitas kemampuan personel.

Guna mendukung peningkatan kemampuan penanggulangan konflik yang efektif, maka diperlukan sistem pengelolaan SDM yang tepat terhadap kapasitas operasional Polri di era Police 4.0 dengan adanya pola pengembangan kompetensi personel di Polres Gresik yang efektif. Namun demikian adanya fakta bahwa angka gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Gresik berupa konflik yang cukup tinggi, hal ini mengindikasikan bahwa penanggulangan konflik yang dilakukan oleh anggota Polres Gresik belum optimal. Untuk itulah sangat diperlukan adanya pengembangan kompetensi personel, dan pola pengembangan personel yang dilakukan harus dijalankan secara efektif. Hal ini dikarenakan pada dasarnya pengembangan kompetensi personel di Kepolisian Republik Indonesia sudah dilakukan dengan baik namun masih tetap diperlukan upaya optimalisasi efektifitasnya agar kemampuan personel terutama dalam hal penanggulangan konflik dapat terus meningkat.

Pelaksanaan program training and development kepada personel di Polres Gresik dalam meningkatkan kemampuan penanggulangan konflik saat ini dapat dikatakan belum optimal dilihat dari aspek peningkatan pengetahuan terutama pendidikan formal. Dapat dikatakan demikian karena sampai saat ini belum ditemukan adanya kerjasama untuk pemberian beasiswa S1/S2/S3 dengan instansi pendidikan resmi dan juga tidak dilakukannya sosialisasi ataupun workshop terkait penanggulangan konflik; aspek meningkatkan keterampilan: tidak adanya personel yang diikutkan Dikbangspes dalam 1 tahun terakhir dan Belum diadakannya pelatihan mandiri baik berupa In House Training, Choaching Clinic ataupun mentorship; aspek meningkatkan sikap: belum dilakukan pelatihan khusus terkait pembentukan sikap dan mental dan belum ada kegiatan pembinaan khusus untuk mambangun sikap menghargai dan menjalin sinergi untuk mendukung penanggulangan konflik.

Metode penulisan naskah karya ilmiah ini adalah deskriptif analisis yang lebih menekankan pada suatu proses, mendeskripsikan data-data yang ada di lapangan, kemudian dianalisis untuk mengetahui permasalahan yang ada dan upaya pemecahannya. Dalam penulisan naskah karya ilmiah ini teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul secara sederhana dalam bentuk tabel dan diagram, dimana sumber data yang diperoleh berdasarkan pengalaman penulis selama bertugas, media Lapsat, Indas, dan internet serta komunikasi langsung dengan anggota yang ada di daerah melalui telepon. Lingkungan yang mempengaruhi organisasi dan menganalisa kekuatan dan kelemahan organisasi itu sendiri serta apa saja yang menjadi keuntungan (peluang) dan hal-hal yang menjadi  ancaman (Ancaman) bagi organisasi. Sehingga berdasarkan analisis dari kedua bidang tersebut, kita dapat membuat sebuah skenario profiling (skenario tentang masa depan).

Berdasarkan hasil analisis terhadap aspek eksternal berupa peluang dan ancaman, juga analisis terhadap aspek internal berupa kekuatan dan kelemahan Polres Gresik, maka diperlukana adanya:

  1. Peningkatan upaya-upaya mengantisipasi keterbatasan kuota Diklat dan pelatihan melalui kegiatan mandiri Polres Gresik;
  2. Memperkuat peningkatan kompetensi personil dalam mengatasi konflik sengketa lahan;
  3. Memperkuat penugasan khusus dalam inovasi Gajah Mada mendukung peningkatan kemampuan resolusi konflik;
  4. Memperkuat implementasi Comander Wish Kapolri untuk SDM yang unggul;
  5. Memperkuat pemanfaatan perkembangan teknologi dalam pembinaan kompetensi personil Polres Gresik.

Sedangkan untuk pelaksanaan atas proses pembinaan karier personel di Polres Gresik dalam meningkatkan kemampuan penanganan konflik yang pada saat ini belum optimal ditinjau dari aspek penugasan khusus, adanya inovasi Gajah Mada belum memiliki tim khusus secara simultan dibidang preemtif, preventif dan represif; aspek penilaian kompetensi, belum dilakukan kegiatan lain untuk memantau perkembangan kompetensi personel; aspek informasi kepegawaian, kurang disiplinnya personel Bagsumda terlihat dari belum lengkapnya data SIPP yang mendukung penilaian.

Penulis: Prof. Dr. Fendy Suhariadi, Drs., M.T.

Jurnal: The Effectiveness of Competence Development of Police Personnel of the Republic of Indonesia in Increasing Conflict Resolving Ability to Main Community Security and Order